Akses Lahan Komoditas Kedelai Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya di Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Penguasaan lahan pertaian menjadi salah satu tolak ukur dalam melihat kesejahteraan petani, semakin luas lahan yang dimiliki maka semakin tinggi tingkat kesejahteraan petani. Lahan pertanian dapat berpindah penguasaan baik untuk pengelolaannya saja maupun berpindah kepemilikan. Lahan yang berpindah kepemilikian artinya lahan tersebut sudah secara resmi kepimilikannya berubah ke orang lain memlalui proses jual beli. Sedangkan untuk lahan yang berubah status penguasannya ketika lahan yang dimiliki oleh seseorang diolah dan dikuasai oleh orang lain tanpa berpindah tangan kepemilikan dan bisa didapatkan melalui proses sewa lahan. Proses perpindahan penguasaan lahan tersebut disebut dengan akses lahan. Permasalahan ini dapat diatasi petani dengan tranfer lahan melalui sewa lahan sehingga dapat memperluas lahan yang dikelola dan dapat meningkatkan hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk 1) mengetahui akses lahan dan nilai lahan komoditas kedelai dibandingkan dengan komoditas pangan dan 2) mengetahui factor yang mempenngaruhi petani melakukann akses lahan pada komoditas kedelai di Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan di Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan analitik dan deskriptif. Sampel pada penelitian ditentukan dengan purposive sampling dan didapatkan sejumlah 40 petani responden. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 42,5% responden yang bersedia melakuan akses lahan dengan system sewa. yang bersedia untuk melakukan akses lahan dengan system sewa. Sewa lahan di Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari memiliki harga yang berbeda-beda untuk setiap kelasnya. Lahan dengan komoditas padi memiliki harga sewa lahan mulai dari Rp 8.000.000/ m2 di 1.700-2.000 m2 untuk setiap musim tanam dan harga sewa untuk komoditas kedelai mulai dari Rp 5.000.000/ m2 di 1.700-2.000 m2 untuk setiap musim tanam. Nilai ekonomi lahan dari pola tanam yang diterapkan pada Musim Tanam I (MT 1), petani menanam padi dengan nilai ekonomi lahan mencapai Rp29.121.591, yang merupakan nilai tertinggi dibanding dua musim tanam lainnya. Sedangkan pada Musim Tanam II (MT 2), yang juga ditanami padi, nilai ekonomi sedikit menurun menjadi Rp26.018.654. Sementara itu, pada Musim Tanam III (MT 3) dengan komoditas kedelai, nilai ekonomi yang dihasilkan paling rendah, yakni sebesar Rp9.684.922. (2) hasil analisis regresi logistik menunjukkan terdapat beberapa variable berpangruh terhadap keputusan petani melakukan akses lahan. Variable Pendapatan Pertanian berpengaruh positif, sedangkan variable luas lahan berpengaruh negatif terhadap keputusan petani melakukan akses lahan.

Description

Reupload Repositori File 09 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By