Pengaruh Matriconditioning dan Giberelin terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Semangka (Citrullus Lanatus) Deteriorasi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Penurunan mutu benih akibat deteriorasi menjadi salah satu kendala utama dalam penyediaan benih semangka (Citrullus lanatus) yang bermutu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan matriconditioning arang sekam dengan PGPR serta pemberian giberelin terhadap viabilitas, vigor, dan pertumbuhan bibit semangka. Penelitian dilaksanakan di PT. East West Jember, Laboratorium Teknologi Benih PS Agronomi Universitas Jember, dan Laboratorium Ekofisiologi PS Agronomi Universitas Jember pada 7 Februari hingga 23 Mei 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial: perlakuan matriconditioning (kontrol, arang sekam, arang sekam + RhizomaX, arang sekam + FloraOne, dan RhizomaX+FloraOne) dan konsentrasi giberelin (0, 80, dan 100 ppm). Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi antara matriconditioning dan giberelin hanya berpengaruh nyata terhadap diameter batang bibit. Perlakuan tunggal matriconditioning tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap seluruh parameter yang diamati. Sebaliknya, pemberian giberelin secara tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap parameter viabilitas (daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum), vigor benih (kecepatan tumbuh, indeks vigor, keserempakan tumbuh), serta tinggi bibit dan diameter batang. Konsentrasi giberelin 100 ppm menghasilkan daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh relatif, keserempakan tumbuh, indeks vigor, tinggi tanaman dan diameter batang terbaik. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi giberelin lebih efektif dalam meningkatkan performa benih semangka dibandingkan matriconditioning yang digunakan dalam penelitian ini.

Description

Repo 22 Juni 2026_ Rusy k FINALISASI oleh Yudi 22 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By