Evaluasi Kinerja Struktur Tower Terhadap Beban Gempa dengan Metode Pushover (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Taman Teknologi “Turyapada Tower” Komunikasi Smart 6.0, Bali)

dc.contributor.authorHarira
dc.date.accessioned2026-01-29T05:30:45Z
dc.date.issued2024-01-24
dc.descriptionReuploud file repositori 29 Jan 2026_Yudi
dc.description.abstractPulau bali terletak dalam wilayah seismotektonik Indonesia, yang dilalui jalur pegunungan mediterania dan adanya zona subduksi karena adanya pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Hal ini menyebabkan perencanaan struktur bangunan yang memiliki ketahanan terhadap gempa merupakan hal yang sangat penting di Indonesia. Perancangan bangunan tahan gempa harus sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam peraturan perencanaan bangunan (building codes). Proyek Pembangunan Tower Turyapada ini merupakan sebuah infrastruktur yang berfungsi sebagai Menara telekomunikasi, pemancar sinyal televises, internet dan radio. Bangunan ini juga berperan sebagai taman wisata alam, pusat pembelajaran serta lain sebagainya. Gedung ini terdiri dari 8 lantai dengan Menara yang menjulang tinggi ditengahnya, total tinggi bangunan ini mencapai 146m. Gedung ini akan dilakukan analisis gempa menggunakan metode pushover untuk mengetahui ketahanan gedung jika terjadi gempa. analisis pushover ini dilakukan agar dapat mengetahui tingkat kinerja dari struktur bangunan berdasarkan metode ATC-40 dan FEMA 356 serta perpindahan maksimum dan gaya geser maksimum yang dialami oleh struktur bangunan. Setelah dilakukannya analisis pushover dengan metode ATC-40 dan FEMA 356 didapatkan nilai maksimum drift metode ATC-40 pada arah X sebesar 7.60E 04 dan pada arah Y sebesar 1.79E-05. Sedangkan nilai perpindahan maksimum metode FEMA 356 pada arah X didapatkan sebesar 1.61E-06 m dan pada arah Y sebesar 3.22E-02 m. Hal ini menyatakan bahwa menurut ATC-40 dan FEMA 356 tingkat kinerja struktur gedung berada pada kategori IO (Immediate Occupancy) yang artinya struktur bangunan mengalami sedikit kerusakan, strukturnya masih dapat mempertahankan kekuatan dan bangunan tetap dapat beroprasi dengan normal. Jika dilihat dari sendi plastis yang terjadi pada sumbu X As G step 1 struktur gedung belum mengalami sendi plastis. Pada step ke 2 terlihat bintik berwarna hijau, hal ini menandakan bahwa level kinerja struktur berada pada tipe kerusakan B-C yang artinya struktur telah mengalami leleh pertama dan mencapai batas maksimum untuk menahan beban yang diberikan. Sedangkan pada sumbu Y As 5 step 1 struktur gedung masih berada pada kondisi elastis. Pada step ke 3 terlihat bintik berwarna merah, hal ini menandakan bahwa level kinerja struktur gedung berada pada tipe kerusakan CP (Collapse Prevention Level) yang artinya struktur telah mengalami keruntuhan yang cukup parah namun tidak sampai mengalami keruntuhan. Dari hasil analisis pushover yang dilakukan didapatkan nilai perpindahan maksimum pada struktur gedung pada arah X yaitu sebesar 104.625 mm dan pada arah Y sebesar 2.146 mm. Sedangkan nilai gaya geser maksimum pada struktur gedung arah X didapatkan sebesar 25813.1764 kN dan pada arah Y sebesar 41901.5446 kN.
dc.description.sponsorshipDr. Ketut Aswatama Wiswamitra, S.T., M.T - Ir. Nanin Meyfa Utami, S.T., M.T.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/705
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectPushover
dc.subjectFEMA 356
dc.subjectATC-40
dc.subjectKinerja Struktur Tower
dc.subjectBeban Gempa
dc.titleEvaluasi Kinerja Struktur Tower Terhadap Beban Gempa dengan Metode Pushover (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Taman Teknologi “Turyapada Tower” Komunikasi Smart 6.0, Bali)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Harira - 201910301047.pdf
Size:
5.24 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: