Strategi Pemasaran Produk Madu Anugrah Gusti (AG) di Kabupaten Tulungagung
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Madu merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia, di mana kondisi iklim serta hutan yang luas sangat mendukung budidaya lebah madu. Madu memiliki pangsa pasar dan prospek yang baik. Produk madu sering kali dicari karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, pemenuhan kebutuhan madu nasional masih mengandalkan impor. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peluang untuk meningkatkan produksi madu dalam negeri. Pulau Jawa mendominasi produksi madu nasional, di mana Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang mendukung untuk pengembangan budidaya lebah madu dengan wilayah hutan serta banyaknya jenis tanaman penghasil pakan yang memungkinkan bunga tersedia sepanjang tahun. UMKM Madu AG merupakan salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan keberadaan peluang ini dengan membudidayakan spesies Apis mellifera melalui kegiatan angon atau budidaya berpindah. Meskipun memiliki potensi produksi yang cukup melimpah, usaha ini masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi produksi saat musim paceklik, kendala pemenuhan permintaan skala besar, serta perbedaan volume permintaan produk madu yang mempengaruhi marjin harga. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam menyusun strategi pemasaran guna mengoptimalkan keunggulan perusahaan serta mengatasi kendala yang ada agar usaha dapat bersaing dengan lebih kompetitif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menganalisis strategi pemasaran serta urutan prioritas strategi pemasaran produk Madu AG di Kabupaten Tulungagung. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive yaitu di UMKM Madu AG, Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknil snowball sampling untuk responden lembaga pemasaran, kemudian metode purposive untuk informan kunci viii dalam analisis strategi pemasaran menggunakan analisis SWOT dan urutan prioritas strategi menggunakan analisis QSPM. Pengolahan data dalam penelitian ini akan dilakukan menggunakan Microfoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Madu AG memasarkan produk madu murni 100% tanpa bahan tambahan, baik dalam bentuk curah maupun kemasan botol. Terdapat 4 (empat) pola saluran pemasaran yang teridentifikasi, yaitu: (1) produsen → distributor → agen → reseller → konsumen; (2) produsen → agen → reseller → konsumen; (3) produsen → reseller → konsumen; (4) produsen → konsumen. Berdasarkan analisis efisiensi, saluran 4 (produsen langsung ke konsumen) merupakan saluran yang paling efisien karena produsen menerima keuntungan penuh dengan nilai farmer’s share sebesar 100%. Saluran 3 juga dikategorikan efisien dengan nilai farmer’s share sebesar 61,54%. Sebaliknya, saluran 1 dan 2 dinilai kurang efisien bagi produsen, hal ini disebabkan oleh tingginya marjin harga yang diambil oleh lembaga perantara, sehingga persentase bagian harga yang diterima produsen (farmer’s share) menjadi lebih kecil, yakni masing-masing sebesar 32,50% dan 36,06%. Produk Madu AG memiliki kekuatan utama yaitu madu murni 100% dari peternakan sendiri dan pelayanan belanja yang baik bagi konsumen. Namun, masih terdapat kelemahan berupa lokasi UMKM Madu AG yang kurang strategis. Peluang utama bagi pemasaran produk Madu AG yakni luasnya lokasi pemasaran yang masih bisa dijangkau serta semakin berkembangnya sosial media. Sementara ancaman utama produk ini, yaitu maraknya produk baru berbahan madu yang semakin inovatif. Pemasaran produk Madu AG berada pada posisi yang sangat menguntungkan dalam diagram SWOT, sehingga strategi yang lebih utama diterapkan adalah strategi agresif, yakni strategi S-O (Strength-Opportunities). Urutan prioritas strategi berdasarkan analisis QSPM yaitu: (1) meningkatkan kualitas produk dan kemasan untuk meningkatkan kepuasan konsumen (5,74); (2) meningkatkan promosi produk melalui sosial media untuk meningkatkan jangkauan pemasaran (5,52); (3) meningkatkan kerja sama dengan komunitas peternak lebah untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk (4,67).
Description
Validasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
