Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Acara In Frame With Ernest Episode “Aktor Film Budi Pekerti Dimanipulasi Sesuai Potensi Oleh Wregas”

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan tindak tutur ilokusi dalam dalam program acara In Frame With Ernest Episode ”Aktor Film Budi Pekerti Dimanipulasi Sesuai Potensi oleh Wregas”. Episode ini menampilkan diskusi antara Ernest Prakasa sebagai pemandu acara, Wregas Bhanuteja, Sha Ine, dan Dwi Sasono sebagai narasumber, yang membahas proses kreatif dibalik pembuatan film Budi Pekerti. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mendekripsikan penggunan tindak tutur ilokusi dan mendeskripsikan strategi tindak tutur ilokusi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data pada penelitian ini berupa data lisan yang ditranskrip dalam wujud teks. Sumber data dalam penelitian ini diunggah dalam kanal Youtube pada 30 Oktober 2023. Proses pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap (SLBC) dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dan agih dengan teknik dasar unsur pilah penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada program acara In Frame With Ernest episode ”Aktor Film Budi Pekerti Dimanipulasi Sesuai Potensi oleh Wregas” ditemukan 5 jenis tindakan ilokusi, yaitu 21 data ilokusi asertif, 4 data ilokusi ekspresif, 3 data ilokusi direktif, 2 data ilokusi komisif, dan 2 data ilokusi deklaratif. Fungsi ilokusi pada program acara In Frame With episode ”Aktor Film Budi Pekerti Dimanipulasi Sesuai Potensi oleh Wregas” ditemukan sebanyak 32 data dengan jumlah 4 fungsi, yaitu fungsi kolaboratif sebanyak 21 data, fungsi menyenangkan sebanyak 6 data, fungsi kompetitif sebanyak 3 data dengan tidak menimbulkan persaingan negatif dan fungsi konfliktif sebanyak 2 data yang tidak menimbulkan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur ilokusi yang mendominasi dalam program acara tersebut, yaitu jenis tindak tutur ilokusi asertif dalam bentuk menyatakan mengenai proses kreatif yang ada dibalik film Budi Pekerti dari segi pembentukan para tokoh, mengulik cara kerja Wregas sebagai sutradara, serta cara memanipulasi aktor menggunakan pendekatan sugesti. Fungsi tindak tutur ilokusi yang mendominasi dalam percakapan pada program acara tersebut, yaitu fungsi kolaboratif yang ditunjukkan melalui jalinan kolaborasi antara Ernest sebagai pemandu acara dan Wregas, Sha Ine, dan Dwi Sasono sebagai narasumber secara informatif dan komunikatif, yang fungsinya saling memfasilitasi interaksi satu sama lain dalam membangun narasi proses kreatif film Budi Pekerti yang dituturkan kepada audiens. Gaya komunikasi Ernest sebagai pemandu acara dalam mengarahkan pembahasan menggunakan strategi komunikasi yang santai, menyenangkan, dan, menghargai narasumbernya, sehingga presepsi penonton terhadap program acara In Frame With Ernest sebagai program acara informatif yang menarik, positif, dan variatif. Strategi ilokusi memiliki tujuan komunikatif, yaitu menonjolkan eksistensi film Budi Pekerti yang dikerjakan dengan proses kreatif yang detail untuk menarik minat audiens, melalui pengulangan yang dilakukan pemandu acara dan narasumber, yaitu mengenai cara kerja Wregas yang detail, kreatif, dan terbuka untuk diskusi yang menunjukkan proses detail dan kreatif Wregas dibalik film Budi Pekerti, sehingga strategi ilokusi tersebut memunculkan tolak ukur keberhasilan melalui komentar positif dari audiens. Komentar tersebut ditunjukan untuk program acara In Frame With Ernest, pemandu acara, dan narasumber

Description

Reupload Repositori File 13 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By