Implementasi Mirror Therapy pada Anggota Keluarga Pascastroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Wilayah Pertanian UPT Puskesmas Rogotrunan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Progam Studi Diploma III Keperawatan
Abstract
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika suplai darah dan oksigen ke otak
berkurang karena pembuluh darah yang tersumbat dan pembuluh darah yang pecah
sehingga akan mengakibatkan otak mengalami kerusakan permanen. Kondisi
pascastroke adalah keadaan individu setelah mengalami terjadinya serangan stroke
tetapi masih mengalami gejala sisa seperti terjadinya hemiparesis. Jika tidak segera
ditangani akan menyebabkan gangguan mobilitas fisik dan berpotensi
menyebabkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan
kekuatan otot pada anggota keluarga yang mengalami pascastroke non hemoragik
dengan gangguan mobilitas fisik setelah dilakukan implementasi Mirror Therapy.
Desain penelitian ini adalah studi kasus pada 1 keluarga binaan yang dipilih
dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan selama seminggu 6 kali di
wilayah pertanian UPT Puskesmas Rogotrunan pada Bulan Maret 2025. Studi kasus
mengacu pada asuhan keperawatan keluarga dengan mengaplikasikan intervensi
dukungan mobilisasi dan dikuatkan dengan evidenced based pemberian latihan
Mirror Therapy. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi
cermin, goniometer, standar operasional prosedur (SOP), lembar observasi, alat
ukur kekuatan otot menggunakan MMT (Manual Muscle Testing) dan leaflet. Data
yang terkumpul akan dianalisa menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami penyakit selama
10 tahun, tidak mampu merawat dengan baik terutama dalam pemenuhan makanan
rendah garam, rendah lemak dan kurangnya latihan fisik secara mandiri. Pemberian
latihan Mirror Therapy dilakukan selama seminggu 6 kali dengan durasi 15 menit
dan setiap gerakan dilakukan pengulangan sebanyak 10 kali. Hasil yag didapatkan
sebelum pemberian intervensi kekuatan otot partisipan yaitu 3. Setelah diberikan
intervensi Mirror Therapy, kekuatan otot meningkat menjadi 4.
Intervensi pemberian latihan Mirror Therapy pada partisipan pascastroke
efektif meningkatkan kekuatan otot. Dari hasil ini diharapkan perawat dapat
menerapkan Mirror Therapy ini dengan melakukan kunjungan rumah dan posyandu
kepada partisipan pascastroke. Keluarga juga diharapkan mampu mengontrol
asupan makanan dan dapat melanjutkan intervensi Mirror Therapy secara mandiri
di rumah.
Description
Reuploud file repositori 7 Apr 2026_Firli_tata
