Optimasi Sintesis Polianilina Berfitur Nano dalam Medium Misel Terbalik Menggunakan Pelarut DLimonen dan Surfaktan Gliserol Monostearat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Polianilina (PANI) merupakan salah satu polimer konduktif yang banyak
dikembangkan karena sifat listriknya yang baik, stabilitas kimia yang tinggi, serta
potensi aplikasinya dalam bidang sensor, pelapis antikorosi, dan perangkat
elektronik. Salah satu metode efektif untuk menghasilkan PANI berfitur nano
adalah polimerisasi emulsi berbasis misel terbalik, namun metode ini umumnya
masih menggunakan pelarut dan surfaktan yang tidak ramah lingkungan. Oleh
karena itu, penelitian ini mengusulkanpenggunaan D-limonen sebagai pelarut
alami dan gliserol monostearat (GMS) sebagai surfaktan ramah lingkungan untuk
membentuk sistem emulsi air dalam minyak atau water in oil (W/O) yang stabil.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelarutan GMS dalam D-limonen,
merancang formulasi emulsi dengan variasi konsentrasi GMS dan rasio air-minyak
yang dinilai dari stabilitas fisik melalui pengukuran creaming index dan
viskositasnya, serta menganalisis karakteristik struktur dan morfologi PANI yang
diperoleh dari sintesis polimerisasi emulsi.
Penelitian ini dilakukan dalam 5 tahap utama, yaitu uji kelarutan GMS dalam
pelarut D-limonen, pembuatan emulsi, karakterisasi formulasi emulsi, sintesis
polianilina, dan karakterisasi polianilina. Uji kelarutan dilakukan melalui
pengamatan secara visual pada suhu 35, 45, 55, dan 65 °C dengan rentang
konsentrasi GMS 4-12% yang diamati kelarutannya setiap 10 menit dalam waktu
30 menit. Formulasi emulasi dibuat dengan variasi konsentrasi GMS 4-12% dan
rasio air-minyak 1:9, 2:8, dan 3:7 yang diperoleh total 15 sampel. Tipe emulsi yang
terbentuk ditentukan melalui uji bakar dan uji pengenceran, sedangkan evaluasi
sistem emulsi dilakukan dengan mengamati nilai creaming index pada suhu ruang
(25±2°C) selama 60 menit. Sistem emulsi dipilih berdasarkan tingkat kestabilan dan viskositasnya untuk medium pembentukan PANI berfitur nano. Karakteristik
struktur dan morfologi PANI dianalisis menggunakan metode Fourier Transform
Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Scanning Electron Microscope (SEM).
Hasil uji kelarutan menunjukkan bahwa GMS dapat larut sempurna dalam Dlimonen pada suhu 65 °C dalam waktu 10 menit untuk seluruh variasi konsentrasi
yang diuji. Pada suhu yang lebih rendah, GMS belum sepenuhnya larut dan masih
membentuk suspensi atau agregat semikristalin yang berpotensi mengganggu
kestabilan emulsi. Suhu 65 °C ditetapkan sebagai kondisi optimum pelarutan
surfaktan sebelum proses emulsifikasi dilakukan.
Emulsi yang dihasilkan pada seluruh variasi formulasi terkonfirmasi sebagai
emulsi tipe air dalam minyak (W/O) berdasarkan uji bakar dan uji pengenceran.
Karakterisasi emulsi menunjukkan bahwa konsentrasi GMS berperan penting
dalam mengendalikan ukuran dan distribusi tetesan. Peningkatan konsentrasi
surfaktan menyebabkan penurunan diameter tetesan, distribusi ukuran yang lebih
sempit, dan kestabilan emulsi. Namun, sistem emulsi mengalami peningkatan
viskositas dan kecenderungan pembentukan emulsi berbuih pada konsentrasi GMS
yang lebih tinggi. Hal ini dapat menghambat difusi reaktan selama proses
polimerisasi. Variasi rasio air-minyak tidak memberikan pengaruh dominan
terhadap ukuran tetesan tetapi berpengaruh terhadap stabilitas penyimpanan emulsi.
Berdasarkan evaluasi kestabilan dan viskositas, formulasi dengan konsentrasi GMS
4-6% pada seluruh variasi rasio dan konsentrasi 8% pada rasio 3:7 dipilih sebagai
kondisi untuk medium sintesis PANI.
Sintesis PANI dalam sistem emulsi menghasilkan produk berwarna hijau
yang mengindikasikan terbentuknya fasa emeraldine salt sebagai bentuk PANI
konduktif. Analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan khas unit quinonoid
dan benzenoid yang menegaskan bahwa struktur kimia PANI yang disintesis sesuai
dengan karakteristik PANI konduktif. Perbandingan dengan PANI hasil sintesis
konvensional menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada
struktur molekul dasar sehingga metode emulsi tidak mengubah struktur kimia
PANI.
Description
Reupload file repositori 12 Mei 2026_Maya
Approved by Teddy
