Efektivitas Kebijakan Fiskal terhadap Permintaan Agregat: Studi Komparatif di China, Malaysia dan Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Resesi besar pada tahun 1930-an membawa kebijakan fiskal ke dalam perhatian utama sebagai sebuah instrumen penting dalam mengatasi krisis ekonomi karena sebelumnya pandangan klasik memegang prinsip laissez faire yang menyatakan bahwa pasar dalam suatu ekonomi tidak memerlukan adanya campur tangan pemerintah. Kebijakan fiskal sediri lebih efektif jika diterapkan di negara dengan sistem nilai tukar tetap dibandingkan dengan sistem nilai tukar mengambang karena peningkatan pengeluaran pemerintah akan mengapresiasi nilai tukar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan bagaimana dampak dari kebijakan fiskal ekspansif terhadap di tiga negara yaitu China dan Malaysia dengan sistem nilai tukar mengambang terkendali dan Indonesia dengan sistem nilai tukar mengambang bebas. Periode penelitian ini berlangsung dari 1990 hingga 2022 dengan model penelitian adalah Ordinary Least Square (OLS) yang melihat bagaimana pengaruh variabel independen secara parsial melalui uji t dan secara simultan melalui uji F terhadap variabel dependen. Serta, mengetahui seberapa besar presentase variabel independen dalam penelitian ini memengaruhi variabel dependen. Hasil estimasi menunjukkan bahwa kebijakan fiskal memengaruhi pertumbuhan ekonomi di China dengan sistem nilai tukar mengambang terkendali namun sebaliknya, kebijakan fiskal tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Malaysia. Sedangkan di Indonesia dengan sistem nilai tukar mengambang, kebijakan fiskal memengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Description
Reaploud Repository Hasyim April 2026
