Analisis Percepatan Proyek Akibat Terjadinya Addendum Dengan Metode Fast Track (Studi Kasus : Pembangunan Bangunan Gedung Dan Kawasan Beranda Nusantara, Ibu Kota Nusantara)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Proyek Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Beranda Nusantara merupakan bagian dari pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara yang dikerjakan dengan skema design and build. Selama pelaksanaannya, proyek ini mengalami empat kali addendum yang mencakup perubahan ruang lingkup, tambah kurang pekerjaan, dan peningkatan nilai kontrak dari Rp316.669.310.000 menjadi Rp408.023.282.000. Addendum IV yang diterbitkan pada 18 Desember 2024 tidak disertai dengan penambahan waktu pelaksanaan. Sehingga, hanya tersisa 10 hari dari batas waktu kontrak (berakhir pada 28 Desember 2024), sementara volume pekerjaan tambahan membutuhkan waktu pelaksanaan lebih panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi percepatan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu atau setidaknya dalam batas toleransi keterlambatan maksimal hingga 16 Februari 2025.
Penelitian ini menggunakan metode fast track yang bertujuan mempercepat pelaksanaan dengan cara mengubah hubungan antar aktivitas pada lintasan kritis dari finish-to-start menjadi start-to-start. Penjadwalan dilakukan menggunakan Microsoft Project 2021 LTSC untuk mengidentifikasi jalur kritis serta menyusun ulang durasi aktivitas agar berjalan paralel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari sisa durasi 94 hari, waktu pelaksanaan dapat dipercepat menjadi 47 hari, sehingga proyek mengalami pengurangan waktu sebesar 50%. Percepatan yang dilakukan berdampak pada meningkatnya kebutuhan dan biaya tenaga kerja pada minggu ke-64 hingga minggu ke-70.
Description
Reupload Repositori File 18 Februari 2026_Kholif Basri
