Analisis Dampak Lingkungan Wisata Edukasi Kopi di Kelurahan Gombengsari Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (Lca)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Kelurahan Gombengsari merupakan salah satu desa wisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Dalam mengenalkan potensi Kelurahan Gombengsari kepada masyarakat luas dibentuk suatu lembaga berupa Pokdarwis Gombengsari, berperan dalam mengelola wisata edukasi kopi, peternakan, dan wisata alam. Pokdarwis Gombengsari menyediakan paket wisata penginapan yang dikelola oleh Peno Homestay. Setiap aktivitas wisata edukasi kopi yang diselenggarakan oleh Pokdarwis Gombengsari membutuhkan sumber energi berupa bahan bakar untuk solar, pertalite, listrik, gas LPG, dan kayu bakar untuk proses pengolahan kopi secara tradisional. Penggunaan sumber energi tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan berupa emisi gas rumah kaca (GRK). Dampak yang dihasilkan dari aktivitas wisata edukasi kopi terhadap lingkungan dapat direduksi melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Kerangka kerja dari metode LCA meliputi penentuan tujuan dan ruang lingkup, menginventarisasi input dan output berbasis neraca aktivitas, penilaian dampak terhadap lingkungan, dan penentuan alternatif rekomendasi perbaikan.
Dampak lingkungan yang dihasillkan dari aktivitas wisata edukasi Pokdarwis Gombengsari sebesar 53,89 kgCO2eq. Analisis perhitungan dampak tersebut berdasarkan Life Cycle Inventory (LCI) yang berpotensi menghasilkan dampak emisi. Tahapan penyumbang emisi tertinggi adalah aktivitas Homestay sebesar 40,14 kgCO2eq atau 74% dari total emisi. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi listrik pada Homestay, sumber energi listrik berasal dari layanan PLN. Penggunaan bahan bakar pertalite pada aktivitas edukasi peternakan menyumbang emisi sebesar 0,44 kgCO2eq, Selain itu, belum adanya pengelolaan sampah berkelanjutan menyumbang emisi sebesar 4,17 kgCO2eq. Penerapan rekomendasi perbaikan untuk mereduksi dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas wisata edukasi kopi Pokdarwis Gombengsari, dapat dilakukan pemanfaatan panel surya sebagai pengganti listrik PLN pada aktivitas Homestay karena menggunakan energi terbarukan. Penggunaan transportasi untuk mengangkut kambing digantikan oleh partisipasi peternak kambing lokal di sekitar kawasan Wisata Sumbermanis. Selain itu, sampah yang dihasilkan dari aktivitas edukasi peternakan, rumah digital, dan Peno Homestay dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar cair melalui metode pirolisis. Penerapan rekomendasi ini jika diterapkan pada Wisata Edukasi Kopi Pokdarwis Gombengsari dapat menurunkan emisi GWP sebesar 38,58 kgCO2eq, atau 72% dari total emisi aktual.
Description
Reupload File Repositori 28 Januari 2026_Maya
