Gambaran Kualitas Fisik dan Mikrobiologi Udara Dalam Ruang Operasi Rumah Sakit X Kabupaten Jember

dc.contributor.authorAfifah Kartika Sari Cahayaningtyas
dc.date.accessioned2026-07-30T00:25:10Z
dc.date.issued2026-07-15
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Repositori File 30 Juli 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractSurvey yang dilakukan pada tahun 2019 oleh Departemen Kesehatan RI pada 10 Rumah Sakit Umum Pendidikan menunjukkan hasil 6 – 16% terjadinya infeksi nosokomial dengan jumlah kasus rata – rata 9,8%, angka tersebut menunjukkan bahwa prevalensi infeksi nosokomial di Indonesia cukup tinggi (Handriani et al., 2024). Rumah Sakit X Kabupaten Jember merupakan Rumah Sakit Khusus yang menyelenggarakan layanan medis, termasuk tindakan pembedahan yang berkaitan dengan penyakit paru dan organ di dalam rongga dada sehingga memiliki ruang operasi non infeksius dan ruang operasi infeksius. Data pemeriksaan kualitas udara di ruang operasi pada tahun 2025 tidak tersedia. Hasil observasi pada bulan Januari 2026 menunjukkan bahwa suhu pada ruang operasi 1 non infeksius 22,7℃ dengan kelembaban 78,7% yang menunjukkan kelembaban pada ruang operasi sangat tinggi meskipun suhu sudah memenuhi standar baku mutu. Hasil observasi menunjukkan adanya kebocoran pada AC yang mengakibatkan munculnya tetesan air dan bercak pada langit-langit Ruang Operasi 1 Infeksius. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan terkait kualitas udara fisik dan mikrobiologi udara dengan mengidentifikasi keberadaan bakteri Staphylococcus aureus di ruang operasi sebagai zona risiko sangat tinggi di Rumah Sakit X Kabupaten Jember. Penelitian ini adalah penelitian jenis deskriptif dengan objek penelitian ruang operasi Rumah Sakit X Kabupaten Jember sebagai area yang memiliki risiko sangat tinggi terhadap paparan mikroorganisme di udara. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2026 di ruang operasi 1 infeksius lantai 1 dan ruang operasi 1 non infeksius lantai 4 Rumah Sakit X Kabupaten Jember. Titik pengambilan sampel adalah satu titik di tengah ruangan dengan pengambilan satu kali dalam satu waktu dalam kondisi ruangan kosong. Pengumpulan data penelitian dengan cara pengukuran kualitas fisik udara, uji laboratorium untuk pemeriksaan kualitas mikrobiologi udara meliputi jumlah angka kuman secara umum dan identifikasi keberadaan bakteri Staphylococcus aureus, wawancara sistem HVAC, dan observasi kondisi sarana dan bangunan. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi kondisi sarana dan bangunan, wawancara terkait sistem HVAC, dan penilaian kualitas udara. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat kemudian hasil dari kumpulan data dimasukkan ke dalam tabel dan dibandingkan dengan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023. Hasil pengukuran suhu pada ruang operasi 1 infeksius sebesar 21℃ dan ruang operasi 1 non infeksius sebesar 21,9℃ yang menunjukkan bahwa tidak memenuhi standar baku mutu kualitas suhu yaitu dibawah rentang 22 - 27℃. Kelembaban pada kedua ruangan tidak memenuhi standar baku mutu karena melebihi rentang 40 – 60% dengan hasil ruang operasi 1 infeksius sebesar 62,3% dan ruang operasi 1 non infeksius sebesar 65,6%. Laju ventilasi udara pada kedua ruangan telah memenuhi standar baku mutu yaitu diantara 0,3 – 0,4 m/detik dengan hasil pengukuran sebesar 0,31 m/detik. Hasil pemeriksaan jumlah angka kuman ruang operasi 1 infeksius sebesar 56 CFU/m3 dan ruang operasi 1 non infeksius sebesar 18 CFU/m3, standar baku mutu untuk ruang operasi kosong sebesar 35 CFU/m3 yang menunjukkan bahwa jumlah angka kuman secara umum di ruang operasi 1 infeksius melebihi standar baku mutu. Buruknya kualitas udara dalam ruang operasi berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi luka operasi, membahayakan kesehatan medis, dan memperburuk hasil klinis pasien. Sistem HVAC dalam kategori baik pada kedua ruangan, terdapat komponen yang belum memenuhi yaitu tidak tersedia logbook pemeliharaan dan perawatan sistem HVAC yang berpotensi meningkatkan risiko kegagalan sistem, peningkatan biaya perbaikan, dan potensi bahaya keselematan. Kondisi sarana bangunan pada kedua ruangan termasuk dalam kategori baik, terdapat beberapa komponen yang belum memenuhi persyaratan dan berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi serta mengganggu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi diantaranya bercak pada lantai ruang operasi, pintu ruang operasi 1 infeksius yang tidak berfungsi sehingga tetap terbuka saat tindakan operasi, serta kebocoran AC yang menyebabkan bercak pada langit-langit di ruang operasi 1 infeksius. Saran bagi Rumah Sakit X Kabupaten Jember dapat mengoptimalisasi dan evaluasi sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC), terutama temperature set point dan sistem pengendalian kelembaban (dehumidification). Melaksanakan pemantauan dan pencatatan (logbook) pemeliharaan sistem HVAC secara rutin, meliputi kegiatan inspeksi, pembersihan, penggantian filter, kalibrasi sensor suhu dan kelembapan, serta pengukuran parameter kualitas udara. Melakukan perbaikan atau penggantian pintu pada ruang operasi infeksius yang tidak dapat menutup secara sempurna, sehingga fungsi ruang bertekanan negatif dapat dipertahankan sesuai persyaratan. Saran bagi peneliti lain yaitu dapat melakukan pemeriksaan jenis mikroorganisme lain dan menganalisis hubungan terkait kualitas fisik udara dengan jenis mikroorganisme pada ruang operasi Rumah Sakit X Kabupaten Jember.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Isa Ma'rufi, S.KM., M.Kes
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12430
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectKualitas Dalam Ruang
dc.subjectRuang Operasi Infeksius
dc.subjectRuang Operasi Non Infeksius
dc.subjectSistem HVAC
dc.subjectKondisi Sarana dan Bangunan
dc.titleGambaran Kualitas Fisik dan Mikrobiologi Udara Dalam Ruang Operasi Rumah Sakit X Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Repository Skripsi Afifah Kartika.pdf
Size:
877.45 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: