Analisis Kadar Zat Besi Dan Daya Terima Puding Modisco (Modified Dried Skimmed Milk And Coconut Oil) dengan Penambahan Sari Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Sari Jambu Biji Merah (Psidium guajava. L).
| dc.contributor.author | Mitha Risalatul Mu’awanah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T09:01:58Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-11 | |
| dc.description | Reupload file repositori 06 Feb 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Prevalensi gizi kurang balita di Indonesia menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 sebesar 17,0% dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 17,1%. Prevalensi gizi kurang di Jawa timur sebesar 15,8% dengan Kabupaten Jember menduduki urutan kedua prevalensi gizi kurang yakni sebesar 24,1%. Kabupaten Jember kasus gizi kurang tertinggi terdapat pada Kecamatan Kalisat dengan prevalensi 14,61%. Upaya penanganan masalah gizi kurang salah satunya adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa modisco. Upaya untuk meningkatkan daya terima dan nilai gizi berupa zat besi pada modisco III dapat dilakukan dengan penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah terhadap kandungan zat besi dan daya terima pada puding modisco dengan penambahan sari daun dan sari jambu biji merah, serta menentukan formulasi terbaik dan rekomendasi konsumsi puding modisco dengan penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah pada balita gizi kurang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Posttest Only Control Group Design. Proporsi penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah pada puding modisco yaitu X0 (0%:0%), X1 (5%:95%), X2 (10%:90%), dan X3 (15%:85%). Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 sampai bulan Mei 2024. Pengujian kandungan zat besi dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan Politeknik Negeri Jember menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, dan uji kesukaan dilakukan di SDN Kalisat 1 Jember dengan 25 panelis tidak terlatih siswa usia 6-8 tahun menggunakan form penilaian kesukaan atau hedonic sclae test. Hasil laboratorium rata-rata kandungan zat besi pada produk berturut-turut pada perlakuan X0, X1, X2 dan X3 yaitu 0,96 mg, 2,53 mg, 3,90 mg dan 5,25 mg/100 gram. Peningkatan zat besi bertambah seiring dengan penambahan sari daun kelor. Hasil uji statistik menggunakan One-Way Anova didapatkan nilai signifikasi <0,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan atau berbeda nyata terhadap kadar zat besi pada setiap perlakuan. Sampel X1 yaitu puding dengan penambahan sari daun kelor 5% dan sari jambu biji merah 95% mendapatkan rata-rata penilaian tertinggi atau paling disukai panelis terhadap daya terima warna, rasa, aroma dan tekstur. Hasil statistik uji kesukaan menggunakan uji Friedman didapatkan nilai signifikasi keseluruhan yaitu <0,05 atau dapat diartikan bahwa warna, rasa, aroma dan tekstur berbeda secara signifikan. Formulasi terpilih dari hasil perhitungan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) adalah X1 atau penambahan sari daun kelor 5% dan sari jambu biji merah 95%. Pemenuhan kebutuhan zat besi pada balita gizi kurang dengan berat badan <7,5 kg diperlukan mengonsumsi 3/4 cup puding dengan berat 100 gram modisco dengan penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah. Balita gizi kurang dengan berat badan >7,5 kg dapat mengonsumsi 1 cup puding dengan berat 100 gram modisco penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Farida Wahyu Ningtyias, S.KM., M.Kes. DPA: Abdul Azis Akbar S.Si., M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2123 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Puding Modisco | |
| dc.title | Analisis Kadar Zat Besi Dan Daya Terima Puding Modisco (Modified Dried Skimmed Milk And Coconut Oil) dengan Penambahan Sari Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Sari Jambu Biji Merah (Psidium guajava. L). | |
| dc.type | Other |
