Perbedaan Kejadian Mual Muntah Pascaoperasi pada Pasien Sectio Caesarea Metode Eracs dan Konvensional di RSD Kalisat Jember

dc.contributor.authorRizty Aprilora Paramitha
dc.date.accessioned2026-07-06T03:21:21Z
dc.date.issued2024-11-21
dc.descriptionRepo 6 Juli 2026_ Rudy K Validasi dan Finalisasi Ratna 6 Juli 2026
dc.description.abstractEnhanced recovery after caesarean surgery (ERACS) merupakan metode pembedahan menggunakan pendekatan multi-disiplin untuk meningkatkan proses pemulihan pasien dan mengurangi efek samping setelah anestesi. Metode ERACS menggunakan obat bius multidrug anaesthesia, yakni bupivakain dosis rendah, dikombinasikan dengan opioid seperti fentanil dan morfin, serta sulfat atropin sebagai antikolinergik. Tindakan anestesi dengan analgesik multimodal dapat memperbaiki ketidakseimbangan antara sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Salah satu teknik anestesi yang sering digunakan adalah anestesi spinal, tetapi dapat menyebabkan mual muntah pascaoperasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kejadian mual muntah pascaoperasi antara pasien SC metode ERACS dan konvensional di RSD Kalisat Jember.
dc.description.sponsorshipPembimbing Utama dr. Erfan Efendi, Sp.An-TI FIP
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10654
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectERACS
dc.subjectcaesarean section
dc.titlePerbedaan Kejadian Mual Muntah Pascaoperasi pada Pasien Sectio Caesarea Metode Eracs dan Konvensional di RSD Kalisat Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
RIZTY APRILORA PARAMITHA - 212010101016.pdf
Size:
1.26 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: