Analisis Komparasi dan Korelasi Sapi Pedaging : Observasi pada Sapi Simental, Limousin, Angus dan Peranakan Ongole
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS PERTANIAN
Abstract
Peternakan sapi di Indonesia terdiri dari beberapa jenis yang memiliki produktivitas berbeda baik dari segi pertumbuhan, efisiensi produksi ataupun karkas. Semakin tinggi bobot badan sapi (X) maka karkas yang dihasilkan juga akan semakin tinggi, namun karkas dapat dipengaruhi oleh beberapa aspek salah satunya yaitu gajih (Y). Gajih menjadi salah satu hasil ternak yang sering dianggap bernilai rendah apabila dibandingkan dengan daging. Gajih bersifat merugikan bagi pelaku usaha seperti jagal sapi karena gajih dapat mengurangi proporsi karkas, namun gajih juga memiliki nilai jual apabila diolah menjadi produk diversifikasi seperti sabun dan minyak gajih. Meskipun tidak semahal daging, gajih tetap memiliki nilai jual karena gajih bukanlah limbah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara bobot badan dengan bobot gajih pada sapi, serta membandingkan bobot gajih pada beberapa jenis sapi pedaging yaitu sapi Simental, Limousin, Angus, dan Peranakan Ongole. Gajih yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gajih pada bagian bawah kulit (subkutan), rongga perut (viseral) dan antar otot (intermuskular). Penelitian ini dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) milik PT. Wahyu Utama Group yang berlokasikan di Kabupaten Tuban dengan menggunakan metode observasi kuantitatif selama bulan September 2024 sampai Desember 2025. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara accidental sampling dan total sampling. Pengukuran sampel dilakukan dengan menggunakan timbangan digital dan data ditabulasikan dengan Softwere Microsoft Excel 2021. Analisis data menggunakan SPSS versi 25 dengan melakukan uji korelasi dan juga uji perbandingan (komparasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara bobot badan dan bobot gajih pada setiap jenis sapi dengan tingkat korelasi yang bervariasi. Pada sapi jantan nilai korelasi berada pada kategori sedang, sedangkan pada sapi betina berada pada kategori lemah sampai sangat kuat. Hasil analisis komparasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada bobot gajih antar jenis sapi baik pada sapi jantan ataupun sapi betina, kecuali pada pasangan tertentu. Selain itu, perbandingan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa pada sapi Limousin dan Peranakan Ongole terdapat perbedaan yang signifikan antara jantan dan betina, sedangkan pada sapi Simental dan Angus tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada keempat jenis sapi jantan dan betina tersebut, sapi Angus jantan memiliki hasil presentase gajih 3,20% yang menduduki posisi presentase gajih paling rendah.
Description
Finalisasi Juli 2026 hasyim
