Hubungan Efikasi Diri Manajemen Gejala dan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS TK.III Baladhika Husada Jember
| dc.contributor.author | Mutiara Kurnia Sandy | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-02T02:53:47Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-26 | |
| dc.description | Reupload file repository 2 Februari 2026_Ratna | |
| dc.description.abstract | Kanker payudara merupakan kanker paling umum pada wanita dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker, termasuk di Indonesia. Di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember, kanker payudara menempati urutan pertama dalam daftar penyakit terbanyak di ruang rawat inap. Kemoterapi sebagai pengobatan utama sering menyebabkan efek samping fisik dan emosional yang signifikan, seperti mual, kelelahan, nyeri, dan depresi, yang berdampak buruk pada kualitas hidup pasien. Efikasi diri menjadi komponen kunci dari manajemen gejala secara mandiri dan penting untuk penerapan perilaku perawatan kesehatan yang dibutuhkan. Penelitian sebelumnya telah melaporkan korelasi positif yang rendah antara efikasi diri dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali hubungan efikasi diri manajemen gejala dan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian dihitung menggunakan G*Power dan mendapatkan total sampel sebanyak 112 sampel yang dipilih dengan Teknik Simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik demografi, kuesioner Symptom Management Self Efficacy Scale-Breast Cancer (SMSES-BC) dan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire-C30 (EORTC QLQ-C30). Analisis hubungan kedua variabel dinilai dengan menggunakan uji statistik parametrik Pearson Product Moment. Untuk menganalisis perbedaan skor efikasi diri dan kualitas hidup berdasarkan karakteristik demografi menggunakan uji parametrik (Independent Sample T-Test dan One-Way ANOVA) dan uji non-parametrik (Kruskal-Wallis) . Skor rata-rata efikasi diri manajemen gejala pasien kanker payudara adalah 199,38±29,407. Skor kualitas hidup pasien memiliki rata-rata 74,19 ± 14,461. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada efikasi diri manajemen gejala (p=0,011) dan kualitas hidup (p=0,000) berdasarkan stadium kanker payudara. Namun tidak ditemukan perbedaan yang signifikan berdasarkan aspek lain termasuk usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, pendapatan keluarga, kepemilikan asuransi kesehatan, dan siklus kemoterapi. Analisis hubungan menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi kuat antara efikasi diri manajemen gejala dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Artinya, semakin tinggi efikasi diri manajemen gejala maka semakin tinggi kualitas hidup pasien kanker payudara, begitu pula sebaliknya Efikasi diri akan mempengaruhi perilaku seseorang. Pasien kanker payudara dengan keyakinan atau efikasi diri yang tinggi dalam mengelola gejala maka ia akan cenderung memiliki perilaku perawatan diri yang lebih baik Selain itu, mereka juga lebih mampu mengambil tanggung jawab dalam mengadopsi perilaku positif untuk mengatasi gejala efek samping kemoterapi, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup. Sebaliknya, hasil dari suatu perilaku juga akan memberikan umpan balik pada ekspektasi efikasi diri. Dengan demikian, hubungan antara efikasi diri dan kualitas hidup bersifat timbal balik, efikasi diri yang tinggi mendukung kualitas hidup yang baik, dan kualitas hidup yang baik memperkuat efikasi diri dalam mengelola penyakit dan pengobatan. Ditemukannya hubungan yang kuat antara efikasi diri manajemen gejala dan kualitas hidup, memperkuat temuan sebelumnya bahwa efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Oleh karena itu, intervensi keperawatan seperti edukasi kesehatan dan dukungan emosional perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam mengelola gejala. Selain itu, pengembangan program manajemen berbasis support group serta skrining kualitas hidup secara berkala selama siklus kemoterapi juga penting dilakukan. Dengan meningkatkan efikasi diri, diharapkan pasien mampu menjalani pengobatan dengan lebih baik dan mempertahankan kualitas hidup yang optimal. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Murtaqib, S.Kp., M.Kep., DPA : Dr. Ns. Rondhianto, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/926 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Kanker Payudara | |
| dc.subject | Kemoterapi | |
| dc.title | Hubungan Efikasi Diri Manajemen Gejala dan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS TK.III Baladhika Husada Jember | |
| dc.type | Other |
