Respon Kombinasi Hormon Auksin dan Sitokinin Terhadap Kemampuan Daya Regenerasi Eksplan Tanaman Kapas Lokal (Gossypium Hirsutum L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.) merupakan komoditas sektor
perkebunan yang menghasilkan serat alami sebagai bahan utama pada industri
tekstil. Ketersediaan tanaman kapas di Indonesia tergolong rendah untuk
memenuhi permintaan pasar. Upaya dalam pengembangan kapas yaitu melalui
pemanfaatan bioteknologi dengan dilakukan pemuliaan pada tanaman kapas.
Pemuliaan tanaman kapas melalui kultur in vitro memiliki keuntungan besar
dengan waktu yang lebih singkat. Regenerasi tanaman kapas melalui kultur in
vitro akan meningkatkan hasil produksi secara signifikan dengan menggunakan
bagian organ tanaman yang diregenerasi menjadi tanaman baru. Proses regenerasi
tanaman ini didukung dengan pemberian hormon zat pengatur tumbuh untuk
mempercepat proses regenerasi tanaman.
Penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Agroteknologi, Fakultas
Pertanian Universitas Jember. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024
hingga Februari 2025. Pada penelitian ini menggunakan eksplan hipokotil dan
daun tanaman kapas untuk melihat respon terhadap pemberian kombinasi NAA
dan kinetin pada beberapa taraf. NAA merupakan hormon auksin yang memiliki
fungsi untuk merangsang perakaran sedangkan kinetin termasuk ke dalam hormon
sitokinin yang memiliki fungsi untuk merangsang perkembangan tunas.
Kombinasi hormon ini diberikan pada media MS bassal pada masing-masing
perlakuan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat perlakuan terbaik dalam
inisiasi akar eksplan kapas yaitu pada NAA 0,5 dan kinetin 0,1 pada eksplan
hipokotil dan 0,1 NAA dan 0,3 kinetin pada eksplan daun kapas. Panjang dan
jumlah akar dengan perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi yang sama yaitu
NAA 0,5 dan kinetin 0,1. Perlakuan kombinasi hormon pada penelitian ini pada
tahap regenerasi hanya memunculkan bagian perakaran tanpa memunculkan
tunas. Hal ini karena setap eksplan memiliki respon yang berbeda dalam
pengerapan hormon.
Description
Reupload file repositori 23 januari 2026_Kurnadi
