Film Bionanokomposit Pati/BCNC (Bacterial Cellulose Nanocrystal) Sebagai Padatan Pendukung Untuk Indikator pH Visual
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Material komposit merupakan kombinasi antara dua material atau lebih
yang memiliki bentuk dan komponen tersusun atas matriks sebagai pengikat dan
filler sebagai penguat yang menghasilkan material baru lebih baik dibandingkan
material penyusunnya. Material biokomposit dapat digunakan sebagai padatan
pendukung dalam pembuatan kemasan cerdas berupa film indikator yang terdapat
padatan pendukung dan pewarna untuk memantau perubahan pada produk.
Kemasan cerdas adalah kemasan yang memasukkan suatu sensor atau biosensor
untuk memantau perubahan produk dan lingkungannya. Sensor yang dapat
digunakan ialah indikator pH. Kemasan Cerdas dengan indikator pH memiliki dua
komponen yaitu padatan pendukung dan indikator (pewarna). Penelitian ini
mengkaji tentang pembuatan kemasan cerdas berupa film indikator dengan
campuran pati dan selulosa bakteri nano kristal (BCNC). Tujuan dari penelitian
ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi selulosa bakteri
nanokristal yang ditambahkan pada film indikator terhadap laju transmisi uap air
(WVTR), transmitansi cahaya yang diteruskan, visualisasi warna di berbagai pH,
dan FTIR. Selulosa bakteri nano kristal yang digunakan diperoleh dari hasil
hidrolisis selulosa bakteri Nata De Coco. Selulosa bakteri nano kristal
dikarakterisasi menggunakan FTIR dan PSA.
Penelitian ini terdiri 4 tahapan yaitu : (1) hidrolisis BCNC (2) karakterisasi
BCNC (3) pembuatan film indikator (4) karakterisasi film indikator. Tahapan
yang pertama yaitu hidrolisis nata de coco dengan asam sulfat 48,8% untuk
memperoleh selulosa bakteri nano kristal. Tahapan kedua dilakukan dengan
Fourier Transmission Infra Red (FTIR) dan Particle Size Analyzer (PSA).
Tahapan ketiga dilakukan dengan mencampurkan pati dan BCNC dengan variasi
konsentrasi 0%, 2%, 4%, 8% dan ditambahkan dengan pewarna yaitu antosianin
sebagai indikator. Tahapan keempat dilakukan dengan menganalisis kemampuan
film dalam meneruskan uap air yang ditentukan dengan WVTR, cahaya melewati
film berdasarkan pengukuran transmitannya dan analisis perubahan warna pada
berbagai pH serta perubahan gugus fungsi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BCNC yang dihasilkan dalam bentuk
suspensi memiliki kandungan padatan sebesar 4%. Hasil FTIR BCNC
menunjukkan kemiripan puncak serapan yang dihasilkan antara BC dengan
BCNC, namun tidak dapat terdeteksi adanya gugus sulfat pada BCNC akibat
hidrolisis asam. Hasil PSA menunjukkan nilai ukuran partikel BCNC sebesar
224,4 nm. Laju transmisi uap air (WVTR) pada film menunjukkan peningkatan
seiring dengan peningkatan konsentrasi BCNC yang ditambahkan pada film.
Antosianin yang ditambahkan sebagai indikator juga mempengaruhi laju transmisi
uap air. Penambahan BCNC menyebabkan film yang dihasilkan menjadi buram,
akibatnya transmitansi cahaya yang diteruskan semakin menurun seiring dengan
peningkatan konsentrasi BCNC. Perubahan warna pada film indikator tidak
menunjukkan hasil perubahan yang signifikan. Analisis FTIR berdasarkan serapan
gugus fungsi menunjukkan adanya interaksi antara pati dengan BCNC yang
ditunjukkan pada perubahan puncak spektrum di area 3077 cm-1 – 3568 cm-1,
namun analisis ini belum dapat menunjukkan adanya antosianin dalam flm
indikator.
Description
Reupload Repositori File 19 Mei 2026_Kholif Basri ; FINALISASI oleh Agus 2026 Juni 17
