Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air Permukaan Sungai Bedadung Kecamatan Patrang dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tegal Gede
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Sampah plastik menjadi permasalahan lingkungan yang serius karena sulit
terurai dan dapat bertahan hingga ratusan tahun. Paparan sinar matahari tidak
sertamerta menghancurkan plastik, melainkan hanya memecahnya menjadi fragment
kecil yang disebut mikroplastik. Mikroplastik berukuran kurang dari 5 mm ini
berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan makhluk
hidup, terutama hewan akuatik dan manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan karakteristik
mikroplastik di Sungai Bedadung dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tegal Gede.
Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada Bulan September
(sampling 1) dan Bulan November, Bulan Desember (sampling 2). Parameter
pendukung seperti pH, suhu, kekeruhan, dan waktu dianalisis untuk melihat
hubungan antara kualitas air dengan kelimpahan mikroplastik. Proses analisis
meliputi beberapa tahapan, termasuk Wet Sieving, Wet Peroxide Oxidation (WPO),
Density Separator, dan identifikasi menggunakan FTIR untuk mengetahui jenis
mikroplastik yang ditemukan.
Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik tertinggi di Sungai
Bedadung, meningkat dari 1024 partikel/L pada sampling pertama menjadi 1179
partikel/L pada sampling kedua. Mikroplastik dominan berbentuk foam/granule
dari limbah plastik, dengan warna hitam paling umum. Ukuran terbanyak berada di
rentang 1–50 μm, sedangkan 501–1000 μm paling sedikit. IPA Tegal Gede, unit
intake mencatat kelimpahan tertinggi (598–655 partikel/L), sementara unit filtrasi
terendah (214–373 partikel/L). Nilai p-value yang didapatkan dengan model
Regresi Poisson adalah 0,3636.
Description
Reuploud file repositori 3 Feb 2026_Firli
