Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Anggrek Liparis resupinata Ridl. Menggunakan LC-MS dan Aktivitas Antioksidan Dengan Metode DPPH

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam

Abstract

Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah tumbuhan yang memiliki senyawa bioktif metabolit sekunder. Metabolit sekunder merupakan sumber bahan kimia yang tersedia melimpah di alam yang terdapat pada tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai obat herbal adalah tumbuhan anggrek. Tumbuhan anggrek secara umum memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan steroid. Contoh tumbuhan anggrek yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal yaitu Liparis nervosa yang dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut dan bisul. Spesies lain dari genus Liparis yang dijumpai di kawasan gunung gumitir adalah anggrek yang digunakan untuk penelitian adalah anggrek Liparis resupinata Rild. Tumbuhan anggrek Liparis resupinata Rild. memiliki karakteriktik yaitu memiliki pseudoblub dengan bentuk bulat, daun berbentuk lanset linier dengan ujung runcing, memiliki bunga majemuk dengan tipe tandan dan salah satu tumbuhan anggrek yang hidup menggerombol. Anggrek tersebut bermanfaat sebagai antibakteri pada patogen gram (+), kemampuan tersebut dikarekan adanya metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan anggrek Liparis resupinata Rild. masih belum diketahui. Identifikasi metabolit sekuder dapat menggunakan pendekatan salah satunya adalah dengan metode LC-MS. Metode LC-MS (Liquid Chromatography-Massa Spectrometry) merupakan teknik analisis metabolit sekunder yang menggabungkan data kromatografi cair dengan detektor spektrometer massa. Prinsip kerja LC-MS yaitu memisahkan komponen sampel berdasarkan perbedaan kepolaran ion, dan setelahnya ion yang bermuatan dideteksi oleh detektor spektrofotometer, dan untuk uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dengan prinsip kerja yaitu mereduksi senyawa radikal bebas. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenisjenis metabolit sekunder yang terdapat pada tumbuhan anggrek Liparis resupinata Rild. dengan menggunakan metode LC-MS, selain itu pada penelitian ini juga akan melakukan skrining fitokimia yaitu uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pengambilan sampel, maserasi dan ekstraksi sampel, uji LC-MS dan uji antioksidan dengan metode DPPH. Pengambilan sampel anggrek L. Resupinata dilakukan di kawasan Gunung Gumitir. Sampel yang telah di dapatkan dibersikan dan dilanjut dengan preparasi dengan dilakukan pemotongan sampel menjadi kecil-kecil atau dirajang. Maserasi dilakukan dengan melarutkan sampel yang telah dirajang menggunakan metanol 96% selama 3x24 jam diselingi dengan pengadukan selama 1x24 jam. Setelah dimaserasi dilanjutkan dengan ekstraksi dengan rotary evaporator selama 15-40 menit. Sehingga dihasilkan crude extract atau ekstrak kasar sampel L. resupinata. Hasil ekstrak kasar L. resupinata dilanjut dianalisis metabolit sekunder dengan metode LC-MS dan uji antioksidan dengan metode DPPH. Berdasarkan kromatografi metode LC-MS, sampel L. resupinata didapatkan 58 jenis senyawa. Golongan senyawa yang didapatkan adalah flavonoid, fenol dan terpenoid. Golongan senyawa terbesar yang terdapat pada sampel adalah flavonoid dengan jumlah senyawa sebanyak 30 jenis, sedangkan terpenoid terdapat 22 jenis senyawa, dan fenol merupakan golongan senyawa dengan jumlah senyawa sedikit yaitu 6 jenis senyawa. Grafik kromatogram yang dihasilkan oleh LC-MS terdapat 2 yaitu grafik dengan ESI negatif dan ESI positif. Pada kromatogram dengan ESI negatif didapatkan 38 senyawa dengan peak tertinggi yaitu senyawa Picrasinoside B dengan waktu retensi yaitu 12.90. Sedangkan untuk kromatogram dengan ESI positif didapatkan 20 peak senyawa dengan peak tertinggi yaitu senyawa 6-CArabinose-8-C-glucose apigenin dengan waktu retensi yaitu 8.17. Hasil dari uji antioksidan dengan metode DPPH, ekstrak murni L. resupinata yang memiliki nilai IC50 650 µg/ml yang masuk kedalam golongan aktivitas antioksidan sangat lemah. Sebagai pembanding adalah larutan vitamin C didapatkan nilai IC50 4,35 µg/ml yang masuk kedalam golongan aktivitas antioksidan sangat kuat.

Description

Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By