Analisis Perbandingam Model Cox Proportional Hazard dan Random Survival Forest pada Kasus Stunting di Kabupaten Situbondo

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia dan telah menjadi pusat perhatian dalam masyarakat global. World Health Organization (WHO) (2023) mencatat bahwa estimasi gizi buruk anak untuk indikator stunting terdapat 148,1 juta anak di bawah usia 5 tahun yang terlalu pendek dibandingkan usianya. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 mencatat Kabupaten Situbondo termasuk salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Menurut Sofiyanti dan Pramono (2023) sebanyak 10 desa di Situbondo yang dipilih menjadi lokasi intervensi penanganan penurunan stunting pada tahun 2022 dari Kementerian Kesehatan RI. Salah satunya Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran. Upaya intervensi telah dilakukan, namun diperlukan analisis mendalam menggunakan analisis survival untuk mengetahui hubungan antara waktu bertahan hidup dengan berbagai faktor yang mempengaruhi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesembuhan balita stunting berdasarkan model cox proportional hazard dan random survival forest. Selain itu, menentukan model yang memiliki prediksi lebih baik antara cox proportional hazard dan random survival forest. Prosedur penelitian meliputi tinjauan literatur, pengumpulan data, analisis deskriptif dan pemodelan. Fungsi survival digambarkan dengan kaplan-meier dan uji log-rank. Model cox proportional hazard dianalisis dengan uji asumsi goodness of fit dan dilanjutkan estimasi parameter. Sementara random survival forest dengan mengambil sampel boostrap, dan analisis variabel importance. Evaluasi kinerja model cox proportional hazard dan random survival forest menggunakan C-index. Variabel prediktor yang digunakan terdiri dari jenis kelamin, usia, tinggi badan menurut umur, berat badan menurut umur, status gizi, riwayat pemberian Tablet ix Tambah Darah (TTD), riwayat ibu Kekurangan Energi Kronis (KEK), riwayat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal kepada balita, pola pemberian ASI esklusif, dan kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari Puskesmas Mangaran. Berdasarkan hasil analisis deskriptif jumlah balita yang mengalami stunting yaitu 120, terdapat 87 balita yang belum sembuh, dan 33 balita yang sembuh. Kurva kaplan-meier memberikan informasi kategori dalam suatu variabel yang lebih cepat sembuh. Hasil uji log-rank setiap variabel menunjukkan bahwa terdapat variabel yang mempunyai perbedaan pada masing-masing kategori yaitu variabel tinggi badan menurut umur, dan berat badan menurut umur. Uji asumsi dalam model cox proportional hazard bertujuan memastikan semua variabel memenuhi asumsi dasar dari model jika nilai p-value >α . Hasil dari uji goodness of fit bahwa semua variabel telah memenuhi uji asumsi. Berdasarkan estimasi parameter model cox proportional hazard , uji serentak menunjukkan bahwa terdapat variabel yang berpengaruh terhadap model dengan nilai p-value likelihood ratio sebesar 2 ×10−15. Uji parsial menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kesembuhan balita stunting yaitu status gizi, riwayat Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) min 90 tablet, ASI esklusif, dan kondisi sosial ekonomi. Hasil model random survival forest menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kesembuhan balita stunting adalah tinggi badan menurut umur, riwayat pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet, status gizi, berat badan menurut umur, usia, ASI esklusif, riwayat ibu KEK. Hasil perbandingan model cox proportional hazard dan random survival forest menunjukan random survival forest lebih baik karena nilai C-Index yang diperoleh nilai error lebih rendah dengan nilai 19,3% dibandingkan cox proportional hazard yang memiliki nilai error 91,2%.

Description

Reupload file repository 10 Februari 2026_Ratna

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By