Hubungan Karakteristik, Lama Bekerja, dan Kebiasaan Merokok dengan Arus Puncak Ekspirasi pada Pemulung di TPA Pakusari Jember

dc.contributor.authorDella Estelina Salsabila
dc.date.accessioned2026-07-10T08:01:58Z
dc.date.issued2026-06-30
dc.descriptionFinalisasi Maya_10 Juli 2026
dc.description.abstractGangguan kesehatan pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak terjadi pada pekerja yang terpapar debu, asap, gas, dan polutan udara dalam jangka waktu lama. Salah satu kelompok pekerja yang berisiko mengalami gangguan fungsi paru adalah pemulung karena aktivitas kerjanya dilakukan secara langsung di area timbunan sampah yang menghasilkan debu, bioaerosol, mikroorganisme, serta gas hasil dekomposisi sampah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan paru dalam mengalirkan udara secara maksimal, yang salah satunya dapat dinilai melalui pengukuran arus puncak ekspirasi atau PEF (Peak Expiratory Flow) menggunakan Peak Flow Meter. Nilai PEF diketahui dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, lama bekerja, dan kebiasaan merokok. Berdasarkan studi pendahuluan di TPA Pakusari Jember, sebanyak 50% pemulung yang diperiksa memiliki nilai PEF di bawah batas normal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu, lama bekerja, dan kebiasaan merokok dengan arus puncak ekspirasi pada pemulung di TPA Pakusari Jember. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional yang dilaksanakan di TPA Pakusari, Kabupaten Jember. Populasi penelitian terdiri atas 156 pemulung, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Responden yang diikutsertakan adalah pemulung yang bekerja di TPA Pakusari dan bersedia menjadi responden, sedangkan pemulung yang sedang menjalani perawatan atau mengonsumsi obat penyakit paru dikeluarkan dari penelitian. Variabel independen yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, lama bekerja, dan kebiasaan merokok, sedangkan variabel dependen adalah arus puncak ekspirasi yang diukur menggunakan Peak Flow Meter. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat, diawali dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, kemudian dilanjutkan dengan uji Korelasi Spearman, Mann-Whitney U, dan Kruskal-Wallis sesuai karakteristik data. Responden pada penelitian ini berjumlah 148 dari total 156 responden pemulung di TPA Pakusari Jember. Penelitian yang dilakukan pada pemulung di TPA Pakusari Jember ini, sebagian besar responden merupakan kelompok usia dewasa hingga lanjut usia, berjenis kelamin perempuan, memiliki masa kerja yang relatif lama, dan sebagian besar tidak memiliki kebiasaan merokok, dengan nilai arus puncak ekspirasi (APE) yang bervariasi antarindividu. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia memiliki hubungan yang signifikan dengan APE (p < 0,05; r=-0,408), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan sedang, yang berarti semakin bertambah usia maka nilai APE cenderung menurun. Selain itu, terdapat perbedaan APE yang signifikan berdasarkan jenis kelamin (p<0,05), di mana responden laki-laki memiliki nilai APE yang cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan. Lama bekerja juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan APE (p<0,05; r=-0,267), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan lemah, yang mengindikasikan bahwa semakin lama masa kerja pemulung maka nilai APE cenderung menurun. Sementara itu, kebiasaan merokok tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap APE (p>0,05), sehingga dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan merokok dan nilai APE. Oleh karena itu, pemulung disarankan untuk melakukan pemeriksaan fungsi paru secara berkala sebagai upaya deteksi dini gangguan pernapasan. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat disarankan melakukan analisis hingga tahap multivariat untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap arus puncak ekspirasi serta mengendalikan faktor perancu, serta menambahkan variabel lingkungan kerja seperti paparan debu, partikulat udara, bioaerosol, dan gas hasil dekomposisi sampah agar memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi fungsi paru pada pemulung. Selain itu, penggunaan alat ukur yang lebih akurat seperti spirometri juga dianjurkan untuk meningkatkan validitas hasil penelitian.
dc.description.sponsorshipDPU : Dr. Candra Bumi, dr., M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11000
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectArus Puncak Ekspirasi
dc.subjectPemulung
dc.subjectPeak Expiratory Flow
dc.subjectTPA
dc.subjectFungsi Paru
dc.titleHubungan Karakteristik, Lama Bekerja, dan Kebiasaan Merokok dengan Arus Puncak Ekspirasi pada Pemulung di TPA Pakusari Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Skripsi Lengkap_Della Estelina Salsabila_222110101139.pdf
Size:
2.36 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: