Pengaruh Konsentrasi Gibberellic Acid (GA3) dan Komposisi Media Semai terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Vegetatif Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji (True Shallot Seed)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas
hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga potensi keuntungan
usaha tani bawang merah oleh petani Indonesia cukup menjanjikan. Penggunaan
benih yang unggul diharapkan mampu menghasilkan produksi bawang merah
yang maksimal secara kualitas dan kuantitas. Budidaya bawang merah dapat
menggunakan benih yang berasal dari benih umbi atau benih asal biji (True
Shallot Seed). Umumnya mayoritas petani Indonesia menggunakan benih asal
umbi sebagai bahan tanam dengan biaya produksi yang cukup mahal
dibandingkan benih TSS. Beberapa permasalahan seperti terbawanya benih umbi
yang kopong dan rusak saat pendistribusian juga banyak dirasakan petani bawang
merah. Hal tersebut menjadi kendala dalam penyediaan bahan tanam di lapang.
Penggunaan benih TSS yang disemai hingga menjadi bibit dinilai lebih efisien
dan menguntungkan dalam penyediaan bahan tanam. Akan tetapi informasi terkait
praktik budidaya TSS ini masih tergolong rendah dan dianggap lebih rumit
dibandingkan budidaya menggunakan benih asal umbi. Persentase kecambah yang
tumbuh di lapang (mutu fisiologis) juga masih rendah karena benih rentan
mengalami deteriorasi (kemunduran benih) seiring lamanya masa penyimpanan.
Perendaman benih menggunakan Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3)
dapat diberikan untuk meningkatkan potensi benih berkecambah. Pemberian
konsentrasi GA3 yang tepat pada perendaman benih sangat menentukan
efektivitas GA3 yang diserap dalam benih. Faktor penting lain yang menunjang
proses penyemaian yaitu kondisi media semai yang optimum untuk
perkecambahan hingga pertumbuhan vegetatifnya. Kombinasi kedua faktor
tersebut diharapkan mampu memberikan hasil maksimal pada hasil bibit bawang
merah asal biji.
Penelitian dilakukan di greenhouse yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk
pada bulan Mei – Juli 2023. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil
pertumbuhan bibit bawang merah TSS dari perlakuan yang ada sehingga dapat
menjadi informasi bagi penangkar benih atau petani bawang merah dalam mengatasi kendala pembibitan pada budidaya TSS. Percobaan dilakukan secara
faktorial menggunakan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali
ulangan. Faktor pertama yaitu perendaman benih dengan konsentrasi GA3 yang
terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, G0 = 0 ppm/tanpa GA3 (kontrol), G1 = 2 ppm,
G2 = 4 ppm, dan G3 = 6 ppm. Faktor kedua yaitu komposisi media semai yang
terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, M0 = tanah + kompos (1:1) (kontrol), M1 =
cocopeat + kompos (1:1), M2 = arang sekam + kompos (1:1), dan M3 = pasir +
kompos (1:1). Variabel pengamatan meliputi daya kecambah, kecepatan tumbuh
benih, tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, dan bobot basah bibit. Data hasil
pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Ragam, apabila terdapat perbedaan
yang nyata di antara perlakuan maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Jarak
Berganda Duncan pada taraf 5%.
Description
Reaploud Repository February_agus
