Efektivitas Pertolongan Pertama Luka Bakar dengan Air Suhu Ruang, Air Dingin, NaCl 0,9%, dan Aloe Vera terhadap Jumlah Leukosit PMN pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Luka bakar merupakan terjadinya trauma pada kulit atau jaringan lain yang disebabkan oleh benda panas, bahan kimia, listrik, atau radioaktivitas. Berdasarkan kedalamannya, luka bakar dibagi menjadi empat jenis dan yang paling umum terjadi adalah luka bakar derajat II. Fase penyembuhan luka terdiri atas empat fase, yaitu fase hemostasis yang terjadi segera setelah cedera, fase inflamasi untuk menghilangkan patogen dari lokasi cedera, fase proliferasi untuk proses epitelisasi, dan terakhir fase remodeling yang ditandai dengan matangnya jaringan granulasi. Pada salah satu fase penyembuhan luka, yaitu fase inflamasi terjadi migrasi sel-sel inflamasi yang salah satunya sel leukosit polimorfonuklear. Pertolongan pertama luka bakar yang tepat dapat meredakan nyeri dan mengurangi keparahan cedera. Hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi karena adanya kesalahan dalam memberikan pertolongan pertama pada luka bakar yang tidak didukung oleh bukti ilmiah. Terdapat perbedaan rekomendasi pada pertolongan pertama luka bakar, yaitu suhu pada irigasi air yang berbeda-beda. Penggunaan NaCl 0,9% juga digunakan pada perawatan luka bakar. Obat-obatan alternatif seperti Aloe vera juga dapat mempercepat penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pertolongan pertama luka bakar dengan air suhu ruang, air dingin, NaCl 0,9%, dan Aloe vera terhadap jumlah leukosit PMN pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental research dengan rancangan post test only control group design. Penelitian ini dilakukan pada 30 tikus putih yang dibagi menjadi enam kelompok dengan perlakukan pertolongan pertama luka bakar derajat II yang berbeda-beda. Kelompok 1 pertolongan pertama irigasi air suhu ruang dan salep burnazin sebagai perawatan luka (air suhu ruang + burnazin), kelompok 2 pertolongan pertama irigasi air dingin dan salep burnazin sebagai perawatan luka (air dingin+burnazin), kelompok 3 pertolongan pertama irigasi NaCl 0,9% dan salep burnazin sebagai perawatan luka (NaCl 0,9% + burnazin), kelompok 4 pertolongan pertama air suhu ruang dan gel Aloe vera sebagai perawatan luka (air suhu ruang + Aloe vera), kelompok 5 pertolongan pertama tanpa irigasi dan gel Aloe vera sebagai perawatan luka (Aloe vera tanpa irigasi), dan kelompok 6 pertolongan pertama irigasi air suhu ruang dan vaseline sebagai perawatan luka (air suhu ruang + vaseline). Pengamatan luka bakar dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Secara makroskopis, tikus diamati pada hari ke-1, ke-3, ke-7, dan ke-14. Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati karakteristik luka dan diameter luka. Hasil yang diperoleh dari pengamatan makroskopis didapatkan warna dan diameter luka yang sama pada hari ke-1. Kemudian, pada hari ke-3 diperoleh warna luka yang sama yaitu putih pucat. Pengamatan dilanjutkan pada hari ke-7 dan ditemukan produk samping inflamasi, yaitu slough. Selanjutnya, hasil pengamatan pada hari ke-14 ditemukan mayoritas luka bakar yang berwarna merah muda. Hasil diameter luka bakar ditemukan perbedaan yang tidak signifikan pada hari ke-1, 3, 7, dan 14 (p > 0,05). Pengamatan secara mikroskopis, tikus diterminasi pada hari ke-14 untuk pembuatan preparat histopatologi yang digunakan untuk menghitung jumlah ratarata sel leukosit PMN (polimorfonuklear). Hasil perhitungan rata-rata jumlah leukosit PMN ditemukan tidak adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p > 0,05). Rata-rata jumlah leukosit PMN yang paling rendah pada penelitian ini adalah kelompok 2 (air dingin + burnazin). Hasil pengamatan secara makroskopis dan mikroskopi menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa setiap pertolongan pertama pada penelitian ini memiliki efek yang sama dalam penyembuhan luka bakar baik secara makroskopis maupun mikroskopis.

Description

upload Teddy_28/01/2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By