Model Adaptasi Koping Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup pada Pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
| dc.contributor.author | Artha | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-09T04:14:42Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-13 | |
| dc.description | Reupload file repositori 09 Mei 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Peningkatan kasus pasien Pacu Jantung Permanen (PJP) membutuhkan model adaptasi koping, seperti Model Adaptasi Roy, yang membantu pasien menyesuaikan diri dengan perubahan status kesehatan dan alat yang tertanam di tubuhnya, serta fokus pada perilaku adaptif seperti penerimaan, koping positif, dan dukungan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam konteks ini, penerapan Model Adaptasi Roy (RAM) sangat relevan untuk memahami bagaimana upaya peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen (PJP), sehingga dimensi kualitas hidup (Quality of Life/QoL), seperti: Kesehatan fisik yaitu kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mengelola gejala, dan mempertahankan kesehatan fisik, kesejahteraan emosional yaitu kemampuan untuk mengelola stres, kecemasan, dan emosi negatif, serta mempertahankan keseimbangan emosi, Hubungan sosial, yaitu kemampuan untuk mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang lain, seperti keluarga, teman, dan komunitas, dan kemandirian yaitu kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan mempertahankan otonomi. Dengan kata lain bahwa semua dimensi kualitas hidup (Quality of Life/QoL) dapat ditingkatkan, karena kualitas hidup yang baik dapat meningkatkan kepuasan hidup, meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan, dan mempertahankan kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model adaptasi koping berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien PJP yang terdaftar dan menjalani perawatan/ kontrol di RSUD Provinsi NTB sejak tahun 2015-2025 yang berjumlah 109 orang pasien dengan menggunakan rumus Slovin. Variabel independen yakni stimulus fokal, stimulus kontekstual, stimulus residual, variabel mediasi yakni proses koping, dan variabel dependen yaitu kualitas hidup pasien. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis multivariat menggunakan SEM-PLS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa stimulus fokal tidak berpengaruh signifikan terhadap proses koping pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 0.011 ˂ t tabel (1,660) dan p-value 0.991 > α (0,05). Stimulus kontekstual berpengaruh signifikan terhadap proses koping pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 2.457 > t tabel (1,660) dan p-value 0,014 < α (0,05). Stimulus residual berpengaruh signifikan terhadap proses koping pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 2.190 > t tabel (1,660) dan p-value 0,029 < α (0,05). Stimulus fokal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 2.301 > t tabel (1,660) dan p-value 0.021 < α (0,05). Stimulus kontekstual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 1.969 ˃ t tabel (1,660) dan p-value 0.049 ˂ α (0,05). Stimulus residual tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 1.203 ˂ t tabel (1,660) dan p-value 0.229 > α (0,05). Proses koping berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 3.012 > t tabel (1,660) dan p-value 0,003 ˂ α (0,05). Proses koping belum mampu memediasi pengaruh stimulus fokal terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 0.010 ˂ t tabel (1,660) dan p-value 0.992 > α (0,05). Proses koping belum mampu memediasi pengaruh stimulus kontekstual terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 1.621 ˂ t tabel (1,660) dan p-value 0.105 > α (0,05). Proses koping mampu memediasi pengaruh stimulus residual terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai t statistik 1.965 > t tabel (1,660) dan p-value 0,050 ˂ α (0,05).Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien PJP lebih banyak ditentukan oleh faktor psikososial dan kemampuan koping dibandingkan kondisi klinis semata. Dukungan keluarga, pengalaman sebelumnya, serta strategi koping adaptif memiliki peran penting dalam membantu pasien mencapai keseimbangan hidup setelah pemasangan pacu jantung. Secara konseptual, hasil ini menegaskan bahwa proses adaptasi pasien bersifat multidimensional sesuai kerangka RAM. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian empiris model adaptasi koping berbasis Roy secara terintegrasi pada populasi pasien PJP di Rumah Sakit Umum Daerah Prvinsi NTB menggunakan SEM-PLS, serta ditemukannya pola spesifik bahwa proses koping hanya memediasi jalur stimulus residual terhadap kualitas hidup, bukan jalur stimulus fokal maupun kontekstual. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya rumah sakit mengembangkan intervensi keperawatan berbasis koping adaptif melalui edukasiterstruktur bagi pasien dan keluarga, penguatan dukungan psikososial, serta integrasi asesmen stimulus dalam praktik asuhan keperawatan, sehingga peningkatan kualitas hidup pasien PJP dapat berlangsung secara berkelanjutan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Model Adaptasi Koping berbasis Roy terbukti relevan sebagai kerangka peningkatan kualitas hidup pasien Pacu Jantung Permanen, dengan menempatkan proses koping sebagai mekanisme kunci dalam keberhasilan adaptasi pasien. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ns. Muhammad Zulfatul A'la, S.Kep., M.Kep., Ph.D DPA : Dr. Ns. Rondhianto, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7226 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Alat Pacu Jantung Permanen | |
| dc.title | Model Adaptasi Koping Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup pada Pasien dengan Pacu Jantung Permanen di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat | |
| dc.type | Thesis |
