Estimasi Stok Karbon pada Vegetasi Pohon di Hutan Pantai Bilik Taman Nasional Baluran

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Peningkatan suhu permukaan bumi secara bertahap telah menyebabkan perubahan iklim yang tidak stabil, yang memicu berbagai bencana alam seperti pencairan es di kutub dan kebakaran hutan. Salah satu penyebab utama pemanasan global adalah tingginya konsentrasi karbon di atmosfer, yang berasal dari aktivitas pembakaran lahan, emisi transportasi, dan kegiatan industri. Upaya mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan dengan meningkatkan penyerapan karbon dioksida (CO₂) oleh vegetasi, terutama pohon, yang berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Stok karbon merupakan jumlah karbon yang tersimpan dalam tubuh tumbuhan, terutama pohon, yang menyerap CO₂ dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Karena kemampuannya dalam menyimpan karbon dalam jumlah besar, pohon memainkan peran penting dalam ekosistem hutan sebagai penyerap karbon alami. Hutan Pantai Bilik di Taman Nasional Baluran memiliki keragaman spesies pohon yang tinggi, sehingga berpotensi besar dalam menyerap dan menyimpan karbon. Namun, hingga saat ini belum terdapat penelitian yang mengestimasi stok karbon pada vegetasi pohon di kawasan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi stok karbon yang tersimpan dalam vegetasi pohon di Hutan Pantai Bilik, Taman Nasional Baluran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 hingga Mei 2025 di Hutan Pantai Bilik, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Pengambilan data vegetasi dilakukan pada tanggal 21–22 September 2024 menggunakan metode plot berukuran 10 × 10 meter yang diletakkan secara kontinyu di sepanjang transek. Seluruh pohon dalam plot dicatat, termasuk nama spesies, diameter batang (DBH), tinggi pohon, dan luas kanopi, yang digunakan untuk mengestimasi biomassa dan stok karbon. Selain itu, data lingkungan abiotik dikumpulkan sebanyak tiga kali ulangan, meliputi pH tanah, suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya, untuk memahami kondisi habitat yang memengaruhi pertumbuhan pohon di kawasan tersebut. Data vegetasi dicatat dalam lembar kerja Excel, sedangkan data sekunder mengenai kerapatan kayu (wood density) diperoleh dari literatur yang relevan, seperti Wood Densities of Tropical Tree Species (Reyes et al., 1992), IPCC (2006), dan Wood Density Database dari FAO. Analisis biomassa pohon (batang, kanopi, dan akar) dilakukan menggunakan persamaan allometrik, dan estimasi stok karbon diperoleh dengan mengalikan total biomassa dengan fraksi karbon sebesar 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hutan Pantai Bilik terdiri atas 20 spesies pohon yang tergolong dalam 10 Famili, dengan famili Fabaceae sebagai famili yang paling dominan, yaitu mencakup tujuh spesies. Estimasi stok karbon pada masing – masing spesies pohonnberkisar antara 0,000031 ton/ha hingga 6,117 ton/ha. Spesies dengan stok karbon tertinggi adalah Pongamia pinnata (6,117 ton/ha), diikuti oleh Erythrina sp. (5,203 ton/ha). Sebaliknya, Psidium guajava mencatatkan stok karbon terendah, yakni sebesar 0,000031 ton/ha. Secara keseluruhan, total estimasi stok karbon pada vegetasi pohon di Hutan Pantai Bilik mencapai 33,189 ton/ha. Analisis komponen penyusun pohon menunjukkan bahwa bagian batang menyimpan stok karbon terbesar, yaitu sebesar 26,128 ton/ha, sementara kanopi menyimpan jumlah terkecil, yaitu 1,530 ton/ha. Temuan ini menegaskan bahwa Hutan Pantai Bilik memiliki potensi yang signifikan sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Potensi ini mendukung peran strategis hutan dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan.

Description

Reupload Repository 4 Februari 2026_Hasim

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By