Determinan Pengentasan Kemiskinan Di Asean 5 Tahun 2007-2023

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Abstract

Kemiskinan sendiri merupakan konsep multidimensi yang mencakup aspek moneter, seperti pendapatan yang tidak memadai untuk kebutuhan pokok, serta aspek non-moneter, seperti akses terbatas ke layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan partisipasi politik. Kondisi kemiskinan mencerminkan tingkat kesejahteraan di suatu negara atau daerah. Meskipun negara-negara ASEAN telah menandatangani perjanjian ekonomi MEA yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, masalah kemiskinan tetap sulit diatasi. Menurut data World Bank kemiskinan meningkat di Indonesia dari 9.4% pada tahun 2019 menjadi 10.1% pada tahun 2021. Malaysia juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari 0.4% pada tahun 2017 menjadi 8.4% pada tahun 2021. Filipina mencatat kenaikan kemiskinan dari 16.7% pada tahun 2019 menjadi 19.8% pada tahun 2021. Sementara itu, Thailand dan Vietnam mengalami sedikit kenaikan dalam angka kemiskinan pada tahun 2020 dan 2021. Faktor-faktor seperti resesi ekonomi telah memperparah kemiskinan, menyebabkan hilangnya pekerjaan, menurunnya pendapatan, dan berkurangnya akses terhadap kebutuhan dasar serta layanan publik. Terdapat enam modal utama yang tidak dimiliki oleh masyarakat miskin. Pertama, modal manusia yang mencakup kesehatan, nutrisi, keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi produktif dalam ekonomi. Kedua, modal usaha yang meliputi mesin, fasilitas motor elektronik yang dipergunakan dalam bidang pertanian, industri termasuk industri jasa. Ketiga, infrastruktur seperti jalan, listrik, air, sanitasi dan sistem telekomunikasi. Keempat, modal yang berkaitan dengan alam yaitu tanah yang subur, keanekaragaman hayati, ekosistem yang berfungsi dengan baik yang dapat menyediakan pelayanan lingkungan yang dibutuhkan oleh manusia. Kelima, modal institusi publik, seperti peraturan-peraturan perdagangan komersial, sistem hukum, pelayanan dan kebijakan pemerintah yang mengatur pembagian tenaga kerja yang damai dan adil. Keenam, modal pengetahuan yang terdiri atas ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas dalam menghasilkan produk serta meningkatkan modal fisik dan alam Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh investasi asing, pengeluaran pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan, serta teknologi terhadap pengentasan kemiskinan di ASEAN 5, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data panel dengan 5 negara ASEAN dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2021. Data diolah menggunakan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi asing memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengentasan kemiskinan di ASEAN 5. Pengeluaran pemerintah untuk pendidikan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan di ASEAN 5. Kemudian, Pengeluaran pemerintah untuk pendidikan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan di ASEAN 5. Sementara itu, teknologi memiliki rpengaruh positif dan signifikan terhadap pengentasan kemiskinan di ASEAN 5.

Description

Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By