Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Divisi Produksi dengan Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA)

dc.contributor.authorHusni Kasim Ridho Soenardi
dc.date.accessioned2026-02-09T04:11:08Z
dc.date.issued2025-06-26
dc.descriptionReupload file repositori 9 Februari 2026_Yudi
dc.description.abstractPT Angkasa Megah Utama adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi arang putih dan berlokasi di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Arang putih akan diekspor menuju kota Incheon Korea Selatan. Pada tahun 2023 terdapat 10 insiden kecelakaan kerja di tahapan proses pemotongan arang. Insiden yang terjadi di proses pemotongan arang adalah jari pekerja tergores oleh mesin pemotong. Insiden ini terjadi ketika tangan pekerja berada diantara dua objek untuk mengatur benda yang ada didalamnya kemudian pisau yang bergerak dapat melukai bagian dari tangan pekerja. Kemudian tahapan proses berikutnya yang memiliki potensi untuk terjadi kecelakaan kerja adalah proses pendinginan, terdapat 1 sampai 2 drum masih dalam kondisi panas sehingga ketika dibongkar masih terdapat bara api didalamnya dan terkena oleh tangan pekerja. Berdasarkan permasalahan yang ada, diperlukan penelitian guna menemukan mitigasi yang tepat untuk meminimalisir kecelakaan kerja sehingga proses produksi dapat berjalan lancar. Metode hazard identification and risk assessment (HIRA) merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang ada di area kerja dengan cara mendefinisikan karakteristik bahaya yang mungkin terjadi di area tersebut kemudian langkah berikutnya yaitu penilaian risiko dengan menggunakan matriks penilaian risiko. Langkah berikutnya yaitu penentuan usulan mitigasi berdasarkan sumber bahaya risiko dengan menggunakan metode root cause analysis (RCA) dengan bantuan instrumen 5 why analysis. Berdasarkan hasil penilaian metode HIRA ditemukan 13 risiko di area produksi yang terdiri dari tumpukan kayu tidak rapih, tidak adanya alat bantu, akses jalan tidak rapih, permukaan kayu kasar, suara mesin yang bising, gergaji mesin tanpa pelindung, polusi udara, percikan bara api, menghidup debu arang, debu arang masuk ke kuku dan posisi tubuh pekerja. langkah berikutnya yaitu menentukan kategori sumber bahaya untuk mempermudah penggunaan metode RCA. Kategori sumber bahaya terdiri dari kayu, mesin potong, bara api, limbah dan kondisi lingkungan kerja. Langkah terakhir yaitu menentukan usulan mitigasi menggunakan metode RCA dengan bantuan instrumen 5 why analysis berdasarkan kategori sumber bahaya. Adapun usulan mitigasi yang dapat diberikan kepada PT. Angkasa Megah Utama adalah penggiatan sosialisasi mengenai prosedur kerja dan pentingnya K3 kepada para pekerja, penyediaan alat pelindung diri (APD), penyediaan kotak P3K pada setiap area proses produksi, memperbarui trolley dorong dengan posisi yang lebih ideal, pemasangan mesin wet scrubber, memberikan pelindung pada mesin pemotong, mengubah posisi postur pekerja pada saat proses pengemasan arang dengan bantuan meja dan kursi.
dc.description.sponsorshipNidya Shara Mahardika, S.TP., M.P. - Prof. Dr. Ida Bagus Suryaningrat, S. TP., M.M., IPU, ASEAN Eng.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2281
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknologi Pertanian
dc.subjectProduksi Arang Putih
dc.subjectMetode HIRA
dc.subjectMetode Root Cause Analysis
dc.subjectPT Angkasa Megah utama
dc.titleAnalisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Divisi Produksi dengan Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
HUSNI KASIM RIDHO SOENARDI - 191710301073.pdf
Size:
3.65 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: