Pengaruh Ketelitian Batas DAS dari Citra Satelit terhadap Output Hidrograf Satuan Nakyasu pada Sub-DAS Asem

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan wilayah tangkapan air yang berperan penting dalam proses hidrologi, khususnya pembentukan limpasan dan aliran sungai. Ketelitian batas DAS hasil delineasi turut menentukan parameter morfometri yang digunakan dalam perhitungan hidrograf, sementara setiap sumber Digital Elevation Model (DEM) memiliki karakteristik dan resolusi spasial yang berbeda sehingga dapat memengaruhi hasil delineasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi sumber dan resolusi DEM (SRTM, NASADEM, dan Copernicus) terhadap hasil delineasi Sub-DAS Asem, parameter Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu, serta kesesuaian hidrograf limpasan terhadap data observasi Automatic Water Level Recorder (AWLR). Sebanyak 12 skenario dianalisis dari kombinasi tiga sumber DEM dan empat variasi resolusi (asli, 30 m, 20 m, dan 10 m) menggunakan Watershed Modeling System (WMS), kemudian divalidasi secara spasial dan dievaluasi menggunakan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Root Mean Square Error (RMSE), dan koefisien determinasi (R²) berdasarkan kejadian hujan tanggal 19 April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi sumber dan resolusi DEM menghasilkan variasi parameter morfometri, dengan luas Sub-DAS berkisar 141,199–143,137 km², panjang sungai utama 27,861–30,246 km, dan kemiringan sungai utama 0,0577–0,0641 m/m, yang selanjutnya memengaruhi parameter HSS Nakayasu dan bentuk hidrograf limpasan. Skenario SRTM resolusi 30 m memberikan hasil terbaik dengan NSE 0,51721, RMSE 26,54681 m³/s, dan R² 0,81389. Dengan demikian, pemilihan sumber dan resolusi DEM dalam analisis hidrologi perlu disesuaikan dengan tujuan analisis, terutama apabila hasil delineasi digunakan sebagai dasar pembentukan hidrograf limpasan.

Description

Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By