Daya Terima dan Sisa Sayur pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 04 Jember

Abstract

Daya Terima dan Sisa Sayur pada Program MBG di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 04 Jember; Tifani Engelina; 222110101027; 2026; 40 halaman; Peminatan Gizi Masyarakat; Program Studi Kesehatan Masyarakat; Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Konsumsi sayur pada anak usia sekolah di Indonesia masih tergolong rendah, padahal sayur merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemerintah melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi seimbang, termasuk menu sayur. Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh daya terima siswa terhadap menu yang disajikan. Rendahnya daya terima dapat menyebabkan tingginya sisa makanan sehingga asupan zat gizi yang diterima siswa menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan daya terima dan sisa sayur pada Program MBG di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 04 Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik siswa penerima Program MBG, menggambarkan daya terima menu sayur berdasarkan aspek warna, tekstur, aroma, dan rasa, serta mengetahui sisa sayur yang dihasilkan selama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 04 Jember pada minggu pertama bulan Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data daya terima diperoleh menggunakan kuesioner uji hedonik dengan empat aspek penilaian, yaitu warna, tekstur, aroma, dan rasa, sedangkan sisa sayur diukur menggunakan metode Visual Comstock. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, dan uraian deskriptif. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dengan nomor sertifikat . 633/KEPK/FKM-UNEJ/IV/2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 8 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Penilaian daya terimavi menunjukkan bahwa warna merupakan aspek yang paling disukai dibandingkan tekstur, aroma, dan rasa. Daya terima tertinggi terdapat pada sayur wortel menu tumis sayur di hari pertama dengan rerata 56,69% (kategori cukup), sedangkan daya terima terendah terdapat pada sayur pakcoy hari kedua dengan rerata 45,64% (kategori kurang). Secara keseluruhan, daya terima seluruh menu sayur masih tergolong rendah dengan rerata berkisar 45,64%–56,69%. Hasil pengukuran sisa sayur menunjukkan bahwa seluruh menu sayur memiliki persentase sisa yang tinggi, yaitu berkisar antara 68%–81%, sehingga belum memenuhi standar sisa makanan (<20%). Persentase sisa terendah terdapat pada wortel hari pertama (68%), sedangkan sisa tertinggi terdapat pada pakcoy hari kedua (81%). Tingginya sisa sayur menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum menghabiskan menu sayur yang disediakan dalam Program MBG. Penelitian ini menunjukkan bahwa daya terima menu sayur pada Program Makan Bergizi Gratis di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 04 Jember masih tergolong rendah, terutama pada aspek tekstur, aroma, dan rasa, serta diikuti dengan tingginya sisa sayur pada seluruh menu yang disajikan. Hasil tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pemilihan jenis sayur, teknik pengolahan, penggunaan bumbu, dan penyajian menu agar daya terima siswa meningkat, sisa sayur berkurang, dan tujuan Program Makan Bergizi Gratis dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah dapat tercapai secara optimal.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By