Prototype Kontrol Valve Air Otomatis untuk Distribusi Air Pdam Berbasis IoT Menggunakan Metode Fsm (Finite State Machine)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Baluran yang
dulunya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan sebuah
perusahaan air minum yang berdiri di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada
tahun 1991. PDAM Situbondo menghadapi tantangan dalam manajemen distribusi
air bersih kepada pelanggan. Saat ini, kontrol valve untuk menghidupkan dan
mematikan air di PDAM masih dilakukan secara manual oleh petugas. Hal ini,
dapat mengakibatkan keterlambatan dan komplain pelanggan terhadap permintaan
air.
Finite State Machine adalah metode yang mendeskripsikan urutan Langkah
atau tahapan dari sebuah proses berdasarkan kondisi tertentu. Metode FSM terdiri
dari sebuah keadaan, masukan, keluaran dan transisi. FSM membantu mengatur
transisi antara berbagai keadaan (state) valve secara otomatis sesuai dengan kondisi
yang terjadi, seperti waktu atau masukan sensor. State (Keadaan) adalah kondisi
dari valve, seperti ’open’, ’close’, dan ’waiting’ yang berfungsi mendefinisikan apa
yang dilakukan saat ini. Event (Peristiwa) adalah masukan yang menyebabkan
transisi dari satu keadaan ke keadaan yang lainnya, seperti waktu yang sudah
ditentukan RTC.
IoT (Internet of Things) adalah jaringan objek fisik seperti perangkat,
instrumen, kendaraan, bangunan, dan barang lain yang tertanam dengan elektronik,
sirkuit, perangkat lunak, sensor, dan konektivitas jaringan yang memungkinkan
objek-objek ini untuk mengumpulkan dan bertukar data. IoT memungkinkan objek objek untuk dideteksi dan dikendalikan dari jarak jauh melalui infrastruktur
jaringan yang ada, menciptakan peluang untuk integrasi yang lebih langsung antara
dunia fisik dan sistem berbasis komputer, yang menghasilkan efisiensi dan akurasi
yang lebih baikBerdasarkan hasil penelitian, sistem kontrol valve otomatis berbasis FSM
mengintegrasikan ESP32, RTC, Relay, Solenoid Valve, Flowmeter, dan notifikasi
telegram untuk memastikan distribusi air berlangsung efisien, fleksibel, dan
responsif. RTC bertindak sebagai pemicu jadwal otomatis, mengarahkan transisi
antar state FSM (open, close, waiting) sesuai waktu yang ditentukan. Flowmeter
berfungsi mengukur debit air yang mengalir pada saat pemutaran valve.
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa sensor flowmeter cukup akurat
dalam mendeteksi debit air karena persentase kesalahan yang dihasilkan di bawah
5%, dengan rata-rata nilai keseluruhan 3.46%. Dalam state open, valve terbuka,
aliran air aktif, dan flowmeter memantau debit air untuk memastikan aliran normal.
Pada state close, valve tertutup untuk menghentikan aliran, sedangkan dalam state
waiting, sistem menunggu jadwal berikutnya. Sebagai pusat kendali, ESP32
memproses input dari RTC, flowmeter, dan operator, lalu mengirim sinyal ke relay
untuk mengoperasikan Solenoid Valve. Sistem ini secara otomatis mengirim
notifikasi melalui telegram kepada operator terkait status valve aktif. Dalam kondisi
darurat, operator dapat menggunakan telegram untuk mengirim perintah manual
yang mengoverride jadwal RTC, memprioritaskan distribusi air ke jalur tertentu.
Setelah kondisi darurat selesai, FSM kembali mengikuti jadwal normal RTC,
memastikan transisi antar state tetap lancar. Jika menggunakan kontrol valve air
otomatis menngunakan metode FSM berbasis IoT ini dapat dikendalikan jarak jauh
melalui telegram dan dengan selilih waktu 16 detik berdasarkan pengujian pada
RTC.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
