Collaborative Governance Bea Cukai Jember dalam Memberantas Peredaran Rokok Ilegal
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Jember telah menjadi permasalahan kebijakan publik
yang kompleks karena posisi strategis wilayah ini sebagai daerah penghasil tembakau serta
meningkatnya distribusi rokok tanpa pita cukai yang mengakibatkan kerugian penerimaan
negara dan persaingan usaha yang tidak sehat. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak
menekankan aspek penegakan hukum dan perpajakan, sementara kajian yang menelaah
collaborative governance yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam
pemberantasan peredaran rokok ilegal di tingkat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis implementasi collaborative governance yang dilakukan oleh Bea Cukai
Jember dalam memberantas peredaran rokok ilegal di Kabupaten Jember. Penelitian ini
nggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi yang melibatkan petugas Bea Cukai, pemerintah daerah, Satuan
Polisi Pamong Praja (Satpol PP), aparat penegak hukum, pelaku usaha, serta perwakilan
masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance telah
diimplementasikan melalui operasi bersama, sosialisasi kepada masyarakat, pengawasan, serta
koordinasi antarinstansi yang didukung oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau
(DBHCHT). Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, antara lain keterbatasan
sumber daya manusia, luasnya wilayah pengawasan, dan rendahnya kesadaran masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance mampu memperkuat sinergi
antarinstansi serta meningkatkan efektivitas pengendalian peredaran rokok ilegal di Kabupaten
Jember
Description
:: Finalisasi file repositori 24 September 2026_Kurnadi
