Efektivitas Berkumur Seduhan Daun Ungu (Gratophyllum Pictum i.griff ) Terhadap Jumlah Bakteri Staphylococcus Aureus Saliva Penderita Diabetus Melitus

dc.contributor.authorFahlent Khafi Fitra Ghibran
dc.date.accessioned2026-07-31T02:27:13Z
dc.date.issued2026-07-21
dc.descriptionFinalisasi 31 Juli 2026 Rudi H
dc.description.abstractDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, di mana Indonesia menempati urutan ke-5 dengan penderita DM tertinggi di dunia. Penderita Diabetes Melitus (DM) rentan mengalami komplikasi rongga mulut berupa hiposalivasi dan xerostomia yang memicu akumulasi glukosa di dalam saliva. Kondisi hiperglikemia kronis ini menciptakan lingkungan oral yang kering dan manis, sehingga memfasilitasi kolonisasi berlebih dari bakteri patogen oportunistik seperti Staphylococcus aureus. Meskipun obat kumur kimia sintetis seperti Chlorhexidine 0,2% efektif dalam menekan pertumbuhan mikroorganisme tersebut, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping negative seperti hipersensitif, pewarnaan gigi, rasa terbakar ringan pada mukosa mulut. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi alami menggunakan bahan herbal seperti seduhan daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) yang kaya akan senyawa fitokimia aktif antibakteri berupa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin dengan risiko efek samping yang jauh lebih rendah.. Secara teoretis, kandungan metabolit sekunder di dalam daun ungu memiliki mekanisme pertahanan yang saling mendukung dalam menghambat bakteri target. Senyawa flavonoid bekerja merusak permeabilitas dinding sel peptidoglikan Staphylococcus aureus, sementara alkaloid menginterferensi membrane sel bakteri,mempengaruhi fungsi DNA, dan menekan proses sintesis protein. Di sisi lain, senyawa tanin berkontribusi melalui pembentukan kompleks protein yang menyebabkan denaturasi seluler, sedangkan saponin bertindak sebagai surfaktan alami yang mengganggu tegangan permukaan membran sel hingga memicu kebocoran sitoplasma dan lisis sel bakteri. Atas dasar konsep farmakologis tersebut, diajukan hipotesis bahwa berkumur dengan seduhan daun ungu efektif dalam menurunkan kuantitas populasi Staphylococcus aureus pada saliva penderita Diabetes Melitus.
dc.description.sponsorshipdrg. Zainul Cholid, Sp.BMM, Subsp.T.M.T.M.J (K)
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12616
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectGraptophyllum pictum L. Griff
dc.subjectStaphylococcus aureus
dc.subjectSaliva
dc.subjectDiabetes Mellitus.
dc.titleEfektivitas Berkumur Seduhan Daun Ungu (Gratophyllum Pictum i.griff ) Terhadap Jumlah Bakteri Staphylococcus Aureus Saliva Penderita Diabetus Melitus
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22-130_NASKAH EFEKTIVITAS BERKUMUR SEDUHAN DAUN UNGU (Gratophyllum pictum I.Griff ) TERHADAP JUMLAH BAKTERI Staphylococcus aureus SALIVA PENDERITA DIABETUS MELITUS .pdf
Size:
964.69 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: