Beban Kerja Fisik Dan Beban Kerja Mental Pada Pekerja PT. GT Steel Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas kesehatan masyarakat
Abstract
Manusia terbiasa memakai fisik dan pikiran dalam menjalankan tugas
pekerjaanya setiap hari. Beban kerja yang terlalu berat atau ringan akan
berdampak terjadinya inefisiensi kerja, beban kerja fisik menunjukkan seberapa
banyak aktivitas fisik yang dilakukan manusia selama bekerja, seperti:
mendorong, menarik, mengangkat, dan menurunkan beban. Sedangkan beban
kerja mental merupakan kebutuhan mental seseorang, seperti: memikirkan,
menghitung, dan memperkirakan sesuatu. Setiap pekerja dapat bekerja dengan
sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekelilingnya,
untuk itu perlu dilakukan upaya penyesuaian antara kapasitas kerja, beban kerja
dan lingkungan kerja agar status kesehatan kerja dan produktivitas kerja
meningkat. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin mengetahui gambaran beban
kerja fisik dan beban kerja mental pada pekerja di PT. GT Steel Kabupaten Jember.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif yang dilakukan di PT. GT Steel Kabupaten Jember.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 responden yang telah memenuhi
kriteria inklusi menggunakan total sampling, variabel dalam penelitian ini adalah
faktor eksternal masa kerja, faktor internal umur, status gizi dan variabel beban
kerja fisik dan beban kerja mental. Teknik pengambilan data pada penelitian ini
adalah menggunakan penyebaran angket kuesioner NASA-TLX dan melakukan
observasi pengamatan kerja menggunakan instrument SNI 7269 :2009. Data yang
diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan tabulasi
silang. Hasil Penelitian ini adalah sebagian besar masa kerja terbanyak adalah 6-9
tahun sebanyak 18 responden, distribusi frekuensi umur terbanyak pada rentang
umur dewasa tengah sebanyak 18 responden, distribusi frekuensi status gizi IMT
terbanyak pada kategori BB normal, Frekuensi beban kerja mental pada karyawan
PT. GT. Steel terbanyak berada pada kategori Beban kerja mental tinggi sebanyak
23 responden, Frekuensi beban kerja fisik pada karyawan PT. GT Steel terbanyak
berada pada kategori beban kerja fisik sedang sebanyak 32 responden
Hasil tabulasi silang antara masa kerja dengan beban kerja mental
didapatkan kesimpulan bahwa frekuensi terbanyak pada kategori masa kerja 6-9
tahun dengan kategori beban kerja mental tinggi namun cenderung masa kerja
semakin lama beban kerja mental yang dirasakan semakin tinggi. Hasil tabulasi
silang antara umur dengan beban kerja mental didapatkan hasil frekuensi
terbanyak berada pada ketegori umur dewasa tengah sebanyak 12 responden.
Frekuensi terbanyak dari hasil tabulasi silang antara status gizi IMT dengan beban
kerja mental adalah pada kategori status gizi IMT BB normal. Sebagian besar
responden yang mengalami beban kerja fisik berdasarkan masa kerja, terbanyak
pada kategori masa kerja 6-9 tahun dengan kategori beban kerja fisik sedang.
Sebagian besar responden yang mengalami beban kerja fisik berdasarkan umur
berada pada ketegori umur dewasa tengah dengan kategori beban kerja fisik
sedang. Berdasakan hasil tabulasi silang antara status gizi IMT dengan beban kerja
fisik didapatkan kesimpulan bahwa rata-rata status gizi IMT berdasarkan beban
kerja fisik lebih cenderung berada pada kategori beban kerja fisik sedang. Saran
yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah perlunya pengelolan
administrasi dalam mengatur rolling tempat kerja yang diterapkan oleh
manajemen perusahaan, perlunya pembagian tugas kerja yang tepat sesuai dengan
kategori umur dan masa kerja pekerja, untuk meminimalkan beban kerja mental
yang tinggi diperlukan penambahan musik pada saat jam kerja, pentingnya
himbauan dari perusahaan kepada pekerja untuk memanfaatkan jam istirahat.
Description
reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik
