Analisis Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Bondowoso dengan Pendekatan Modified Model for Mandatory Use of Software Technologies di Puskesmas Wilayah Kabupaten Bondowoso

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Penguatan sistem informasi di Puskesmas merupakan langkah prioritas yang perlu diambil untuk mengintegrasikan data kesehatan dan meningkatkan kualitas data dan informasi yang dihasilkan untuk pembangunan kesehatan. Kabupaten Bondowoso telah mengembangkan SIKDA Bondowoso sebagai upaya mewujudkan sistem kesehatan yang berbasis data, efisien, dan berkelanjutan melalui proses pengumpulan, pengelolaan, dan analisis data kesehatan. SIKDA Bondowoso terdiri dari Rekam Medis Elektronik (RME) dan pelaporan, dan telah terintegrasi dengan P-Care BPJS Kesehatan, Platform Satu Sehat, Sibuba, Sisrute, Center View Jatim, dan Satu Data Bondowoso. Penggunaan SIKDA Bondowoso masih rendah yaitu sebesar 13,82% pada Tahun 2023 dan 21,63% pada Tahun 2024. Rendahnya penggunaan SIKDA Bondowoso menyebabkan underreporting dan kelengkapan data yang rendah, yang kemudian mempengaruhi kualitas data yang dihasilkan. Manusia merupakan komponen penting dalam implementasi sistem informasi, karena interaksi antara keduanya memungkinkan terjadi masalah keperilakuan. Untuk mengubah perilaku menolak menjadi menerima maka diperlukan analisa mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut. Peneliti menggunakan pendekatan Model for Mandatory Use of Software Technologies (MMUST) yang dikembangkan oleh Chang E.Koh dkk. pada Tahun 2010. Pendekatan tersebut dipilih karena menfokuskan pada penggunaan wajib sebagaimana SIKDA Bondowoso wajib digunakan di Puskesmas berdasarkan SK Bupati No.188.45/27/430.4.2/2022 tentang Penggunaan Aplikasi SIKDA Bondowoso dalam Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa variabel-variabel yang berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi SIKDA Bondowoso pada Puskesmas di wilayah Kabupaten Bondowoso dengan pendekatan MMUST modifikasi. Variabel-variabel yang akan dianalisa terdiri dari kualitas informasi, kualitas sistem, pengaruh sosial, kepuasan informasi, harapan kinerja, sikap, kepuasan keseluruhan, penggunaan, dan manfaat bersih. Jenis penelitian merupakan penelitian analitik observasional. Desain penelitian ialah penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di semua Puskesmas di Kabupaten Bondowoso sejumlah 25 Puskesmas dan dilaksanakan pada bulan April 2025. Pepulasi penelitian adalah pengguna SIKDA Bondowoso pada Fitur Pendaftaran, Fitur Pelayanan dan Rujukan, dan Fitur Apotek. Sampel penelitian berjumlah 205 sampel yang dipilih dengan teknik propotional random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan perangkat analisis multivariat dengan pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling (SEM)). ix Hasil uji dengan SEM AMOS menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif kualitas informasi yang dihasilkan SIKDA Bondowoso terhadap kepuasan informasi. Terdapat pengaruh positif kepuasan informasi SIKDA Bondowoso dan pengaruh sosial terhadap harapan kinerja. Sikap diketahui berpengaruh positif terhadap perilaku pengggunaan dan kepuasan keseluruhan. Kualitas sistem berpengaruh positif terhadap kepuasan keseluruhan. Kepuasan keseluruhan berpengaruh positif terhadap manfaat bersih tetapi perilaku penggunaan tidak berpengaruh terhadap manfaat bersih SIKDA Bondowoso. Hal tersebut terjadi karena pada penggunaan wajib, pengguna tidak memiliki pilihan untuk tidak menggunakan sistem walaupun pengguna tersebut tidak benar-benar memahami manfaat bersih yang dihasilkan sebuah sistem. Berdasarkan hasil penelitian, kunci keberhasilan implementasi SIKDA Bondowoso ialah kualitas informasi, kualitas sistem, dan pengaruh sosial. Ketiga variabel tersebut merupakan kunci penting untuk dalam implementasi SIKDA Bondowoso. Kualitas informasi SIKDA Bondowoso perlu disesuikan dengan perkembangan terbaru mengenai pengelolaan Puskesmas serta menyesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka pengelolaan program-program di Puskesmas. Kualitas informasi yang baik maka akan meningkatkan kepuasan pengguna terhadap informasi tersebut karena telah sesuai dengan kebutuhan saat ini. Kualitas sistem perlu ditingkatkan dengan memperbaiki keandalan dan integrasi sistem untuk meningkatkan kepuasan pengguna SIKDA Bondowoso. Selain itu, pengaruh sosial dapat ditingkatkan dengan peningkatan dukungan dan fungsi pengawasan Dinas Kesehatan dan Tim Kinerja Puskesmas, serta memperluas sosialisasi penggunaan SIKDA Bondowoso untuk meningkatkan pemahaman staf Puskesmas sehingga dapat saling memberikan dukungan kepada rekan kerjanya

Description

Reupload file repository 19 Oktober 2026_Ratna Finalisasi Maya_19 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By