Pengembangan Front End Aplikasi Pemulihan Korban Kekerasan Seksual Menggunakan Metode User Centered Design

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Komputer

Abstract

Kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis korban. Di lingkungan perguruan tinggi, kasus kekerasan seksual tidak hanya merusak rasa aman mahasiswa, tetapi juga menghambat proses belajar dan perkembangan pribadi. Di Universitas Jember, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS) mencatat 64 kasus kekerasan seksual selama tahun 2023–2024. Namun, jumlah ini diyakini hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi, karena korban sering kali enggan melapor akibat stigma sosial, rasa takut, atau tidak tersedianya akses layanan yang nyaman dan terpercaya. Seiring perkembangan teknologi, intervensi digital dinilai berpotensi menjadi alternatif solusi untuk mendukung proses pemulihan korban kekerasan seksual. Teknologi memungkinkan korban mendapatkan akses pemulihan secara privat, aman, dan kapan pun dibutuhkan. Sayangnya, belum tersedia platform khusus yang dirancang untuk mendampingi korban kekerasan seksual dalam proses pemulihan berbasis pendekatan empatik. Untuk mengisi kekosongan ini, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan front end aplikasi mobile berbasis Android sebagai alat pemulihan psikologis bagi korban kekerasan seksual di Universitas Jember. Aplikasi yang dikembangkan dengan nama REKARSA, dan proses pembuatannya menggunakan metode User Centered Design (UCD). Metode UCD dipilih karena fokus pada pelibatan pengguna secara langsung dalam setiap tahapan pengembangan, mulai dari memahami konteks penggunaan, merumuskan kebutuhan pengguna, merancang solusi desain, hingga melakukan evaluasi berdasarkan masukan pengguna. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 45 responden yang terdiri dari penyintas, anggota SATGAS PPKS, dan psikolog. Tahapan desain meliputi perancangan use case diagram, activity diagram, dan high fidelity design, yang selanjutnya diimplementasikan menggunakan framework Flutter. Aplikasi REKARSA memuat sejumlah fitur utama yang disusun berdasarkan kebutuhan pengguna, antara lain: fitur self assessment berbasis DASS-21 untuk mengukur tingkat depresi, kecemasan, dan stres; akses materi edukatif mengenai pemulihan psikologis; pemesanan sesi konseling; sistem pelaporan kasus kekerasan; dan fitur tombol darurat (SOS). Setiap fitur dirancang dengan mempertimbangkan prinsip trauma-informed design, guna memastikan antarmuka tidak menambah beban psikologis pengguna. Evaluasi terhadap aplikasi dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS), yang merupakan metode pengujian kebergunaan standar dalam pengembangan perangkat lunak. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata sebesar 86,85, yang tergolong dalam kategori “acceptable” dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Skor ini menunjukkan bahwa aplikasi REKARSA dianggap layak digunakan, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan penyintas serta stakeholder terkait. Dari hasil pengembangan dan evaluasi, dapat disimpulkan bahwa metode UCD efektif digunakan dalam merancang aplikasi yang ramah pengguna, khususnya dalam konteks pemulihan korban kekerasan seksual. Aplikasi REKARSA telah berhasil menyediakan antarmuka digital yang mendukung pemulihan psikologis penyintas secara lebih empatik, aman, dan berbasis bukti. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi awal dalam pengembangan teknologi pendukung pemulihan trauma di lingkungan kampus, serta menjadi inspirasi untuk pengembangan lanjutan yang lebih terintegrasi dan inklusif di masa depan.

Description

Reupload Repositori File 24 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By