Kebijakan Moneter, Keuangan Hijau dan Energi Terbarukan di ASEAN-4
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Ketergantungan yang tinggi pada energi fosil di empat negara ASEAN-4 yang terdiri dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand, telah mendorong berbagai upaya untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Hal ini dilakukan melalui peningkatan produksi energi terbarukan dan realisasi komitmen dalam Perjanjian Paris. Negara-negara tersebut telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendorong transisi energi, termasuk menjaga suku bunga rendah, menerbitkan obligasi hijau, serta meningkatkan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan (R&D). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh suku bunga, obligasi hijau dan pengeluaran penelitian dan pengembangan terhadap produksi energi terbarukan dalam mendukung transisi energi bersih. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode regresi panel dengan variabel produksi energi terbarukan sebagai variabel dependen serta suku bunga, obligasi hijau dan pengeluaran penelitian dan pengembangan sebagai variabel independen pada tahun 2017-2023 di 4 negara ASEAN terpilih. Hasil penelitian berdasarkan uji parsial menunjukkan bahwa suku bunga memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi energi terbarukan, sementara obligasi hijau dan pengeluaran R&D berpengaruh positif dan signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebijakan moneter yang mendukung suku bunga rendah, peningkatan penerbitan obligasi hijau, dan investasi dalam R&D dapat mempercepat transisi menuju energi terbarukan yang lebih berkelanjutan di kawasan ASEAN-4.
Description
Reupload file repository 15 April 2026_Ratna
