Peran Media Massa Radio dalam Perumusan Kebijakan Publik pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemerintah Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal, yaitu bagaimana peran
media massa radio dalam menyampaikan aspirasi masyarakat tentang
pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya dan bagaimana Dinas Pekerjaan
Umum Bina Marga Pemerintah Kabupaten Jember menerima aspirasi masyarakat
bidang infrastruktur yang disampaikan melalui media massa elektronik radio pada
tahun 2015. Beberapa hal yang melatarbelakangi penelitian ini karena meskipun
dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan sudah memberikan ruang kepada masyarakat untuk
berpartisipasi memberikan input (masukan) bagi pembuatan sebuah kebijakan
public, namun masih muncul sejumlah kendala bagi masyarakat yang ingin
berpartisipasi menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah kabupaten Jember.
Ada persoalan public yang oleh masyarakat dianggap sangat penting dan
mendesak segera diatasi, namun pemerintah memandangnya berbeda. Masalah
kedua yang kerap muncul adalah lambannya respon aparatus, baik anggota dewan,
pemerintah desa, pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten jika ada
masyarakat yang menitipkan keluhannya secara langsung. Setelah problem
structural dan lambannya respon aparat, berikutnya adalah factor geografis.
Jauhnya jarak rumah masyarakat dengan kantor-kantor organisasi public membuat
masyarakat merasa ada hambatan saat ingin mengetengahkan keluh kesahnya.
Persoalan keempat ada problem politis. Kepala daerah dan kepala desa yang
dipilih secara langsung membawa dampak bagi konstelasi penentuan isu-isu yang
masuk dalam agenda kebijakan public. Pada saat masyarakat tidak lagi
menemukan saluran-saluran yang menampung aspirasinya karena berbagai
kendala di atas, maka pilihan logis yang dilakukan adalah dengan menyampaikan
keluhan-keluhan itu melalui media massa. Karakter media massa yang
menjangkau hingga daerah pelosok memudahkan masyarakat mengangkat suara
keluh kesahnya ke permukaan public.
Peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Dengan melakukan
wawancara terhadap informan terhadap informan kunci yang telah ditentukan,
peneliti memperoleh data-data yang kemudian diolah dan dianalisis sebagai hasil
dari penelitian. Sejumlah informan yang diwawancarai adalah Kepala Dinas PU
Bina Marga, Kepala-kepala bidang dan seksi pada Dinas PU Bina Marga,
penanggung jawab divisi pemberitaan 4 stasiun radio (Soka FM, Kiss FM, Pro 1
RRI Jember dan Prosalina FM) serta masyarakat penelepon pada 4 stasiun radio
tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat stasiun radio di Jember
yakni Kiss FM, Soka FM, Pro 1 RRI Jember dan Prosalina FM memiliki model
pengumpulan isu dengan teknik yang berbeda-beda. Program pemberitaan secara
rutin dilakukan oleh semua stasiun radio yang menjadi objek penelitian ini,
sedangkan program acara dialog interaktif dan ruang aspirasi hanya dilakukan
oleh dua stasiun radio yaitu Pro 1 RRI Jember dan Prosalina FM. Keempat stasiun
radio di Jember yakni Kiss FM, Soka FM, Pro 1 RRI Jember dan Prosalina FM
memiliki mekanisme daya dorong isu publik yang berbeda-beda. Mekanisme
pengulangan dan klarifikasi pemberitaan dilakukan oleh semua stasiun radio,
sedangkan mekanisme umpan balik dilakukan oleh Pro 1 RRI Jember dan
Prosalina FM serta mekanisme surat resmi hanya dilakukan oleh Prosalina FM.
Semakin gencar dan semakin bervariasi daya dorong yang diberikan oleh media
massa, maka peluang mempengaruhi penetapan agenda kebijakan juga akan
semakin besar. Penyebabnya karena instansi pemerintah tidak dapat menjangkau
satu persatu persoalan yang terjadi di masyarakat tanpa bantuan suara dari
masyarakat yang disalurkan melalui media massa.
Peran media massa dalam pemilihan alternatif kebijakan cenderung
menurun dibandingkan dengan masa pengumpulan isu dan fase agenda setting.
Peran lebih besar ada pada Dinas PU Bina Marga selaku instansi teknis yang
memiliki kewenangan dan diberi petunjuk teknis oleh instansi vertikalnya.
Semakin banyak usulan dari masyarakat yang disampaikan melalui banyak media
aspirasi, maka anggaran penanganan jalan pada Dinas PU Bina Marga juga
semakin meningkat. Begitu juga usulan-usulan perbaikan jalan rusak yang
disampaikan masyarakat dapat menggeser usulan-usulan perbaikan jalan rusak
yang disampaikan melalui musrenbang, jika memang jalan tersebut sangat urgen
untuk segera diperbaiki. Pergeseran yang dimaksud adalah dengan menukar
standar kualitas perbaikan jalan.
Description
reupload file repositori 26 maret 2026_kurnadi/hendra
