Keterampilan Kolaborasi dan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning Berbasis Media Nearpod
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Abstract
Keterampilan hidup abad 21 adalah kunci bagi seorang peserta didik untuk
dapat bersaing dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang semakin
kompleks. Melalui model problem based learning (PBL) peserta didik memperoleh
pengalaman belajar yang autentik sehingga mereka dapat terlibat langsung dalam
proses memecahkan masalah. Model PBL mengalami transformasi yang signifikan
seiring dengan perkembangan teknologi pembelajaran. Model PBL berbasis
teknologi diintegrasikan melalui media pembelajaran pada perangkat digital,
platform online, dan sumber daya multimedia untuk menciptakan lingkungan
belajar yang dinamis dan memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Media
Nearpod merupakan salah satu dari sekian banyak media penunjang pembelajaran
yang disertai banyak fitur interaktif sehingga dapat dimanfaatkan oleh peserta didik
maupun pendidik di seluruh dunia. Media Nearpod dapat digunakan untuk
menuntaskan materi pada mata pelajaran yang bersifat kontekstual, seperti materi
utang pada mata pelajaran akuntansi keuangan.
Penelitian yang dilakukan di SMK Negeri 1 Jember ini didesain sebagai
penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk
mendeskripsikan keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis peserta didik saat
mempelajari akuntansi keuangan pada materi utang melalui model problem based
learning berbasis media Nearpod. Penelitian ini menggunakan teknik cluster
sampling dalam menentukan sampel penelitian, yang mana diperoleh sebanyak 36
peserta didik dari kelas XI Akuntansi 1 di SMK Negeri 1 Jember. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, tes, wawancara dan dokumen. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu
pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi peserta didik
kelas XI Akuntansi 1 termasuk dalam kategori sangat kolaboratif dengan perolehan
persentase sebesar 81,5%. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta
didik telah berkontribusi secara aktif, bekerja sama secara efektif dalam kelompok,
berbagi tanggung jawab, dan saling mendukung untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini terbagi dalam lima kategori yaitu
sangat kolaboratif, kolaboratif, cukup kolaboratif, kurang kolaboratif, dan tidak
kolaboratif. Penafsiran terhadap hasil ini relevan dengan teori konstruktivisme,
dimana teori ini menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran dan
pengembangan keterampilan kolaborasi. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan
belajar yang mendukung kerja sama yang baik dapat memfasilitasi peserta didik
dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam serta meningkatkan hasil
belajar mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta
didik kelas XI Akuntansi 1 termasuk dalam kategori kritis dengan perolehan
persentase sebesar 73,85%. Hasil penelitian ini terbagi dalam lima kategori yaitu
sangat kritis, kritis, cukup kritis, kurang kritis, dan tidak kritis, dengan mayoritas
peserta didik termasuk dalam kategori kritis. Meskipun hasil penelitian secara
keseluruhan menyatakan bahwa peserta didik termasuk dalam kategori kritis, pada
kenyataannya masih terdapat sebagian kecil peserta didik yang kesulitan
menganalisis informasi secara mendalam. Pola yang ditemukan menunjukkan
bahwa peserta didik yang lebih aktif dalam diskusi dan problem solving cenderung
memiliki skor berpikir kritis yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan strategi
pembelajaran yang lebih intensif dan bimbingan yang berkelanjutan untuk
membantu peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan
keterampilan berpikir kritis mereka
Description
Reupload file repository 3 februari 2026_agus/feren
