Gedung Bioskop Srikandi di Banyuwangi Tahun 1928-1942

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Skripsi ini membahas keberadaan gedung Bioskop Srikandi di Banyuwangi pada masa Hindia Belanda. Tujuan penelitian untuk menjelaskan latar belakang berdirinya, keberadaan dan dampak. Metode yang digunakan metode sejarah yang meliputi tahapan, heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah Sosiologi Budaya dari Harisan Boni dan Teori Modernisasi dari J.W. Schoorl untuk menganalisis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdirinya gedung bioskop tersebut didasarkan pada meningkatnya penduduk Eropa di Banyuwangi sehingga membutuhkan hiburan selain societeit yang lebih dulu ada. Hal ini sesuai kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang membuka pihak swasta untuk menanamkan modal. Sehingga dibutuhkan salahsatunya pemenuhan hiburan. Hal ini direspon oleh saudagar pribumi Banyuwangi yang bernama Saleh Edris yang juga merupakan tokoh pergerakan. Pengoperasian gedung bioskop ini sesuai dengan kebijakan pemerintah Hindia Belanda untuk mengatur pertunjukan hiburan dan juga penayangan film. Secara umum keberadaaanya dibagi menjadi tiga periode. Tahun 1928-1931 adalah hanya menayangkan film dan uji coba bioskop suara. Periode Tahun 1932-1941 adalah periode kejayaan karena mulai digunakan untuk berbagai aktivitas seperti perkumpulan politik, pertunjukan amal, pameran, pentas seni tradisional, dan promosi produk rokok. Periode akhir yaitu tahun 1942, karena bioskop ini tidak menunjukkan aktivitas lagi karena masuknya kependudukan Jepang. Dampak sosial budaya sebagai ruang publik dan panggung kesenian. Dampak ekonomi semakin sering tayang menandakan perekonomian membaik yang ditandai dengan semakin banyaknya delman sebagai sarana transportasi. Dampak politik gedung bioskop juga dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan politik. Keberadaan gedung bioskop tersebut membawa kemajuan hiburan modern dan tradisional.

Description

Finalisasi 20 Juli 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By