Karakterisasi Fungsional Bakteri Asam Laktat asal Sekum Ayam Pedaging sebagai Probiotik Potensial
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kesehatan pencernaan ayam pedaging berpengaruh besar terhadap performa
pertumbuhan, efisiensi pakan (FCR), dan nilai ekonominya, sehingga berdampak
langsung terhadap produktivitas ayam pedaging. Solusi alternatif yang aman seperti
probiotik diperlukan untuk menunjang kesehatan pencernaan dan produktivitas
ayam pedaging. Bakteri asam laktat (BAL) dikenal mampu bertahan dalam kondisi
saluran cerna, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan menghasilkan senyawa
antimikroba untuk menekan patogen dalam saluran cerna ayam. Sedangkan sekum
merupakan bagian saluran cerna ayam pedaging yang menjadi habitat alami bagi
berbagai mikroorganisme, khususnya BAL yang berpotensi sebagai probiotik.
Sehingga BAL asal sekum ayam pedaging merupakan kandidat probiotik yang
potensial sejauh ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi potensi
probiotik BAL asal sekum ayam pedaging secara fungsional sekaligus
mengevaluasi efektivitasnya terhadap performa ayam pedaging melalui uji in vivo
dan pada akhirnya mendapatkan isolat BAL asal sekum ayam pedaging yang
memiliki potensi sebagai probiotik.
Metode yang digunakan terdiri atas beberapa tahap, dimulai dengan
persiapan kultur tujuh isolat BAL asal sekum ayam pedaging untuk kemudian
dilakukan uji in vitro. Uji in vitro terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu uji toleransi
terhadap garam empedu, uji aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen, dan uji
resistensi terhadap antibiotik komersial peternakan menggunakan metode standar
Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Satu dari tujuh isolat dengan
karakteristik terbaik berdasarkan hasil uji in vitro selanjutnya dipilih untuk
diidentifikasi secara molekuler menggunakan marka 16S rRNA serta dilakukan
rekonstruksi pohon filogenetik. Setelah spesies isolat BAL terpilih terkonfirmasi
sebagai spesies probiotik berdasarkan hasil identifikasi molekuler, kemudian
dilakukan uji secara in vivo pada ayam menggunakan metode oral gavage selama
21 hari untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap efisiensi pakan (FCR), pH
saluran cerna, dan keragaman mikroflora dalam saluran cerna. Hasil yang didapatkemudian dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi BAL kandidat
probiotik. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif menilai potensi probiotik
isolat BAL tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat BAL S30 memiliki tingkat
toleransi garam empedu tertinggi sebesar 93,76% pada konsentrasi 0,1%,
sedangkan isolat lain hanya 52,60–76,25%. Aktivitas antimikroba S30 juga paling
tinggi dengan zona hambat 24,67 mm terhadap Salmonella enterica ser.
typhimurium dan 16,83 mm terhadap Escherichia coli. Semua isolat BAL termasuk
S30 menunjukkan profil resistensi antibiotik yang relatif aman. Hasil identifikasi
gen 16S rRNA menunjukkan bahwa S30 sebagai isolat terpilih memiliki nilai
kemiripan 99–100% terhadap Pediococcus acidilactici, sehingga teridentifikasi
sebagai P. acidilactici. Uji in vivo menunjukkan bahwa pemberian P. acidilactici
S30 pada ayam mampu menurunkan nilai FCR menjadi 1,96 dibandingkan dengan
kontrol 2,60. Hasil tersebut mengindikasikan efisiensi pakan meningkat dengan
pemberian P. acidilactici S30. Nilai pH sekum dan feses pada ayam dengan
pemberian P. acidilactici S30 berkisar antara 5,6–6,1. Hasil tersebut lebih rendah
dibandingkan dengan kontrol (6,1–6,5). Kolonisasi terduga BAL meningkat pada
saluran cerna ayam dengan pemberian P. acidilactici S30 mencapai 2,09×10⁷
CFU/mL (usus), 3,80×10⁷ CFU/mL (sekum), dan 5,37×10⁷ CFU/mL (feses)
dibandingkan kontrol (6,76×10⁵; 2,09×10⁶; dan 1,66×10⁷ CFU/mL). Sebaliknya,
jumlah E. coli dan Salmonella sp. menurun tajam pada saluran cerna ayam dengan
pemberian P. acidilactici S30 (hingga 0–1,58×10⁶ CFU/mL) dibandingkan kontrol
(3,98×10⁵–1,62×10⁷ CFU/mL). Identifikasi mikroflora terduga BAL menunjukkan
peningkatan proporsi Lactobacillus ferintoshensis dan L. oris pada saluran cerna
ayam dengan pemberian P. acidilactici S30 (67–83%) dibandingkan kontrol (33
67%). P. acidilactici S30 memiliki sifat toleran terhadap garam empedu, aktivitas
antimikroba yang tinggi, dan profil resistensi antibiotik yang relatif aman.
Pemberian P. acidilactici S30 pada ayam mampu meningkatkan efisiensi pakan,
berat badan, dan memperbaiki keseimbangan mikroflora pada saluran cerna ayam
secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, P. acidilactici S30 asal sekum ayam
pedaging merupakan kandidat probiotik yang potensial.
Description
Reupload file repository 5 februari 2026_agus/feren
