Implementasi Perubahan Posisi Untuk Mencegah Risiko Gangguan Integritas Kulit Pada Pasien Stroke Dirumah Sakit Islam Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan nomor dua di seluruh dunia. Stroke adalah keadaan darurat pada saat terjadi penyumbatan atau kerusakan pada otak, mengakibatkan pasokan darah ke jaringan otak terhenti secara tiba-tiba dan cepat, yang dapat mengakibatkan hilangnya fungsi otak. Pasien stroke sering mengalami kelumpuhan, yang menyebabkan pasien berada dalam satu posisi yang lama. Tekanan berkepanjangan pada jaringan dapat menyebabkan penyumbatan kapiler, sehingga menurunkan kadar oksigen di area tersebut. Seiring waktu, jaringan iskemik mulai mengakumulasi metabolit toksik, menimbulkan ulserasi dan nekrosis jaringan. Perubahan posisi efektif dalam mengurangi risiko munculnya luka tekan atau dekubitus dan dapat digunakan pada pasien yang mengalami masalah tirah baring lama. Tujuan tugas akhir ini adalah mengidentifikasi perubahan risiko gangguan integritas kulit pada pasien stroke. Laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan studi kasus ini adalah Ny.M yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam Lumajang, didiagnosis stroke hemoragik dalam kondisi stabil, mengalami kelumpuhan setengah badan, mengalami masalah keperawatan Risiko Gangguan Integritas Kulit dengan adanya faktor risiko (penurunan mobilitas). Intervensi yang diberikan adalah perubahan posisi yang dilakukan 2 jam sekali miring ke kanan dan miring kekiri. Hasil implementasi yang dilakukan dari tanggal 22-28 Agustus 2024 selama 7 hari didapatkan Risiko gangguan integritas kulit tidak terjadi dibuktikan dengan elastisitas kulit baik, hidrasi kulit baik, suhu kulit baik, sensasi kulit baik, tekstur kulit baik. rekomendasi dari hasil studi kasus ini yaitu bagi peneliti selanjutnya, agar bisa mengombinasikan implementasi perubahan posisi dengan diberikan minyak zaitun. Bagi perawat diharapkan dapat membantu pasien untuk melakukan perubahan posisi dan memastikan apakah muncul luka tekan selama dan setelah dilakukan perubahan posisi. Bagi keluarga pasien, setelah pulang dari rumah sakit diharapkan melakukan perubahan posisi seperti yang sudah diajarkan secara mandiri dan rutin di rumah.

Description

Entry oleh Arif 2026 April 07

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By