Analisis Pengaruh Pembangunan Ekonomi Terhadap Degradasi Lingkungan di Asia: Pendekatan Kurva Lingkungan Kuznets
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Degradasi lingkungan menjadi tantangan utama bagi negara-negara di Asia seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan eksploitasi sumber daya alam yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pembangunan ekonomi dan degradasi lingkungan dengan pendekatan Environmental Kuznets Curve (EKC), menggunakan data panel dari tahun 2005 hingga 2021 di 44 negara Asia terpilih. Serta metode Regresi Data Panel dengan model terpilih Fixed Effect Model (FEM). Variabel independen yang digunakan mencakup Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, PDB per kapita kuadrat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Populasi Penduduk. Variabel dependen yang digunakan ilaha emisi karbon per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh PDB per kapita terhadap emisi karbon mengikuti pola U-terbalik, di mana pada tahap awal pembangunan, peningkatan PDB per kapita berkontribusi terhadap meningkatnya degradasi lingkungan, namun setelah melewati titik balik sebesar $ 98.366. Selain itu, IPM terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap degradasi lingkungan, yang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia berperan dalam mengurangi dampak negatif aktivitas ekonomi terhadap lingkungan. Sebaliknya, variabel populasi penduduk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap degradasi lingkungan, yang mengindikasikan bahwa faktor lain seperti pola konsumsi, efisiensi energi, serta kebijakan lingkungan mungkin lebih berperan dalam menentukan tingkat kerusakan ekologi. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan ekonomi hijau melalui penguatan regulasi dan kurikulum pendidikan hijau dalam strategi pembangunan negara-negara di Asia guna memastikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Description
Reupload file repositori 27 Mar 2026_Maya
