Campur Kode dalam Tuturan Pembawa Acara pada Proses Pernikahan di Jember

dc.contributor.authorHesti Agustini
dc.date.accessioned2026-02-03T03:22:27Z
dc.date.issued2025-07-30
dc.descriptionReupload file repositori 3 Februari 2026_Yudi
dc.description.abstractCampur kode merupakan fenomena linguistik yang umum terjadi dalam kehidupan masyarakat. Terjadinya campur kode dapat terlihat pada saat seseorang melakukan tindak tutur dengan menyisipkan beberapa bahasa lain dalam berkomunikasi. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat di Jember, menunjukkan bahwasannya wilayah tersebut tidak lepas dari campur kode sebagai masyarakat yang multikultural. Campur kode dapat terlihat dengan jelas di lingkungan masyarakat di Jember contohnya pada tuturan pembawa acara pernikahan. Objek pada penelitian ini adalah pembawa acara di Jember. Adapun rumusan masalah yang dibahas pada penelitian ini, meliputi (1) bagaimanakah wujud campur kode dalam tuturan pembawa acara pernikahan di Jember dan (2) bagaimanakah fungsi campur kode dalam tuturan pembawa acara pernikahan di Jember. Rancangan penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif jenis deskriptif. Data yang digunakan adalah tuturan pembawa acara pernikahan di Jember yang mengandung wujud campur kode serta jawaban hasil wawancara yang memuat informasi terkait fungsi campur kode. Sumber data yang digunakan ialah sumber data pada rumusan masalah pertama adalah tuturan pembawa acara dan hasil wawancara dengan pembawa acara pernikahan yang memuat informasi terkait fungsi campur kode. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu teori yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yakni (1) campur kode dalam tuturan pembawa acara pernikahan di Jember berwujud kata, frasa, dan baster. Campur kode berwujud kata yakni berupa kata dasar, kata berimbuhan, dan kata akronim. Data wujud campur kode yang telah ditemukan, wujud kata dasar dominan lebih banyak ditemukan daripada wujud yang lain. (2) Fungsi campur kode yang digunakan oleh pewara pada saat memandu acara pernikahan seperti, fungsi sosial, fungsi kultural, fungsi humor, dan fungsi kontrol sosial. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada (1) Mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yaitu diharapkan penelitian ini memberikan tambahan sebagi referensi atau sumber bacaan bagi mahasiswa yang melakukan penelitian bidang sosiolinguistik; (2) Peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian dengan bidang dan kajian ilmu yang sama disarankan untuk mengeksplor aspek-aspek lain yang belum ditemukan pada penelitian ini, seperti wujud campur kode berupa idiom dan klausa, serta menggunakan objek penelitian yang sama. Selain itu dapat mengekplorasi fungsi dari campur kode yang belum ditemukan.
dc.description.sponsorshipAnita Widjajanti, S.S., M.Hum., - Bambang Edi Pornomo, S.Pd., M.Pd.,
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1186
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectCampur Kode
dc.subjectTuturan Pembawa Acara
dc.subjectProses Pernikahan
dc.titleCampur Kode dalam Tuturan Pembawa Acara pada Proses Pernikahan di Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
HESTI AGUSTINI - 210210402008.pdf
Size:
1.15 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: