Kinerja Rantai Pasok dan Nilai Tambah Pada Penggilingan Jagung UD Sumber Baru Kabupaten Kediri
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
UD Sumber Baru merupakan agroindustri penggilingan jagung yang berdiri sejak tahun 1990 di Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, dengan target produksi sebesar 150 ton jagung giling per bulan. Target tersebut sering tidak terpenuhi akibat ketidakpastian pasokan jagung dari petani maupun pengepul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran rantai pasok jagung melalui pendekatan Food Supply Chain Networking (FSCN), mengukur kinerja rantai pasok dengan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR), dan menghitung nilai tambah produk jagung giling berasan dan marning jagung dengan metode Hayami. Penelitian dilakukan dengan metode mix method yang menggabungkan pendekatan deskriptif dan analitik. Pengambilan contoh dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling terhadap 22 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD Sumber Baru membentuk dua saluran rantai pasok, yaitu saluran I (petani-UD-konsumen) dan saluran II (petani-pengepul-UD-konsumen), dengan tiga aliran utama berupa aliran produk, informasi, dan finansial yang berjalan dengan baik meskipun tanpa kemitraan formal. Sebagian besar indikator SCOR berada pada kategori superior hingga advantage, terutama kinerja pengiriman, kesesuaian standar, fleksibilitas, dan siklus cash-to-cash, sedangkan indikator pemenuhan permintaan berada di bawah parity akibat belum adanya sistem persediaan yang memadai. Kedua produk menghasilkan nilai tambah positif, dengan marning jagung memberikan nilai tambah sebesar Rp 1.452/kg (rasio 22,21%), jauh lebih besar dibandingkan jagung berasan sebesar Rp 547/kg (rasio 9,8%), sehingga produk marning jagung dinilai lebih prospektif untuk dikembangkan.
Description
:: Finalisasi file repositori 24 Agustus 2026_Kurnadi
