Penurunan Jumlah Osteoklas melalui TRAP pada Pergerakan Gigi Ortodonti setelah Pemberian Gel Ekstrak Biji Kakao Lindak (Theobroma cacao L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Perawatan ortodonti bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi yang tidak
normal menjadi normal yang melibatkan pergerakan gigi sehingga diperoleh kontak
oklusi yang baik, mengembalikan fungsi, dan estetik. Pengaplikasian kekuatan
ortodonti mengakibatkan terjadinya proses remodeling tulang yaitu resorpsi tulang
alveolar oleh osteoklas pada daerah tekanan dan aposisi tulang oleh osteoblas pada
daerah tarikan. Dalam prosesnya menyebabkan kompresi ligamen periodontal,
penurunan aliran darah, hingga terbentuknya jaringan nekrotik yang memicu respon
inflamasi dan aktivitas osteoklas yang mengawali terjadinya pergerakan gigi.
Osteoklastogenesis dimulai ketika RANKL berikatan dengan RANK. Interaksi
antara keduanya menyebabkan perekrutan TRAF6 dan aktivasi NF-κB sehingga
teraktivasinya NFATc1 yang merupakan pengatur diferensiasi osteoklas. NFATc1
mengatur protein-protein yang berkaitan dengan osteoklastogenesis seperti TRAP.
Proses inflamasi sangat dibutuhkan untuk pergerakan gigi ortodonti, namun
jika tidak terkontrol atau berlebihan dapat menimbulkan masalah, yaitu resorpsi
akar dan mobilitas gigi yang memengaruhi keberhasilan perawatan ortodonti. Oleh
karena itu, diperlukan bahan alami yang bersifat antiinflamasi untuk menjaga
keseimbangan resorpsi dan aposisi tulang dalam perawatan ortodonti. Salah satu
tanaman yang mempunyai senyawa antiinflamasi adalah kakao lindak (Theobroma
cacao L.). Biji kakao memiliki kandungan polifenol, salah satu subklasnya yaitu
flavonoid yang tinggi sekitar 12-18%. Polifenol dalam biji kakao mampu
meningkatkan OPG sehingga berdampak pada penurunan diferensiasi osteoklas
melalui penghambatan interaksi RANKL-RANK. Flavonoid juga berperan dalam menghambat jalur NF- κB, dimana NF- κB ini sangat penting bagi RANKL dalam
memengaruhi diferensiasi osteoklas.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan jumlah TRAP osteoklas
pada pergerakan gigi ortodonti setelah pemberian gel ekstrak biji kakao lindak
(Theobroma cacao L.) selama 7 dan 14 hari. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental
laboratoris dengan rancangan penelitian The Post Test Only Control Group Design.
Biji kakao lindak (Theobroma cacao L.) non fermentasi yang telah dilakukan
pengeringan, selanjutnya diekstraksi dengan metode maserasi dan dibuat sediaan
gel ekstrak biji kakao lindak konsentrasi 8%. Jumlah sampel yang digunakan adalah
20 ekor tikus yang terbagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok Kontrol, kelompok
NiTi Wire, dan kelompok NiTi Wire+Gel dengan waktu perlakuan selama 7 dan 14
hari. Pada kelompok NiTi Wire dan NiTi Wire+Gel, diaplikasikan gaya mekanik
ortodonti berupa pemasangan NiTi closed coil spring dengan kekuatan 10 gF dan
stainless steel ligature wire pada gigi insisivus serta molar pertama tikus. Pada
kelompok NiTi Wire+Gel juga diberi gel ekstrak biji kakao lindak secara topikal
pada sulkus gingiva gigi insisivus maksila tikus sebanyak dua kali sehari. Tikus
dilakukan euthanasia, pemrosesan jaringan, dan pewarnaan imunohistokimia.
Setelah itu, dilakukan pengamatan oleh empat pengamat menggunakan mikroskop
binokuler yang dihubungkan dengan kamera Optilab pada osteoklas tulang alveolar
daerah tekanan yang terwarnai cokelat sebagai penanda TRAP. Perhitungan sel juga
dilakukan dengan bantuan aplikasi ImageJ. Data hasil perhitungan jumlah TRAP
osteoklas dirata-rata, kemudian dilakukan analisis data.
Data hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata jumlah TRAP osteoklas
pada kelompok NiTi Wire+Gel 7d dan 14d menurun secara signifikan jika
dibandingkan dengan kelompok NiTi Wire 7d dan 14d. Hal ini membuktikan bahwa
terjadi penurunan jumlah TRAP osteoklas pada daerah tekanan pergerakan gigi
ortodonti tikus Wistar jantan setelah pemberian gel ekstrak biji kakao lindak
(Theobroma cacao L.).
Description
Reupload File Repositori 19 Februari 2026_Rudi H/Ardi
