Toksisitas Akut Ekstrak Cacing Tanah (Pheretima javanica) terhadap Ginjal dan Hati Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pengembangan terhadap obat tradisional diusahakan dapat sejalan dengan pengobatan modern. Uji pendahuluan terhadap potensi ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) menunjukkan bahwa bahan tersebut mengandung senyawa antibakteri. Ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) mengandung protein antibakteri dengan berat molekul 31,0 kDa dan 34,0 kDa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Pemanfaatan cacing tanah untuk antipiretik lebih aman karena komponen kimia cacing tanah tidak menimbulkan efek toksik bagi manusia sehingga aman dikonsumsi. Pengujian terhadap obat tradisional perlu dilakukan sebelum dipasarkan di masyarakat. Uji toksisitas akut merupakan suatu pengujian yang digunakan untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian sediaan dalam waktu 24 jam. Pengamatan dilakukan setiap hari selama sekurang-kurangnya 14 hari. Uji toksisitas akut dirancang untuk menentukan Lethal dose atau disingkat LD50 suatu zat. Pengujian produk cacing tanah sebagai obat dilakukan karena kemampuannya dalam mengakumulasi logam berat. Uji toksisitas akut yang dilakukan untuk menentukan efek toksik pada organ vital seperti hati dan ginjal, karena kedua organ tersebut cenderung dipengaruhi oleh dosis obat yang tinggi. Ginjal berperan dalam farmakokinetik suatu obat karena ginjal merupakan organ ekskresi utama. Peran sentral ginjal dalam penghapusan obat-obatan dan metabolit membuatnya rentan terhadap efek obat yang merugikan. Hati merupakan salah satu organ yang mempunyai peran penting yaitu sebagai penetral racun. Senyawa yang masuk ke dalam hati, akan mengalami metabolisme serta terjadi proses biotransformasi yaitu perubahan struktur kimia suatu senyawa. Akibat dari viii proses tersebut menyebabkan sel hati mudah sekali mengalami kerusakan baik berupa kerusakan struktur sel maupun terjadi gangguan fungsi pada hati. Penelitian toksisitas akut ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) terhadap ginjal dan hati tikus putih (Rattus norvegicus)” telah dilakukan pada bulan November sampai Desember 2018. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, Laboratorium Histologi SMK Analis Kesehatan Jember dan Laboratorium Biologi Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dengan 5 perlakukan dan 5 kali pengulangan. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 50, 300, 2000, 5000 mg/KgBB. Pemberian ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) dengan dosis akut tidak menimbulkan gejala toksisitas terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) yang diamati melaui pengamatan gejala toksisitas selama 14 hari. Pengamatan perubahan berat badan tikus dalam 14 hari mengalami kenaikan tetapi tidak berbengaruh secara signifikan. Berdasarkan data nilai LD50 dari ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) adalah lebih dari 5000 mg/KgBB. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) sebagai obat tradisional diklasifikasikan sebagai obat yang praktis tidak toksik. Pemberian ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) tidak menimbulkan efek toksik terhadap morfologi dan histopatologi ginjal dan hati tikus putih (Rattus norvegicus), ditandai dengan hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikasi P>0,05, sehingga berpengaruh secara tidak signifikan. Pengamatan warna organ ginjal dan hati antara kelompok kontrol dan perlakuan memiliki berwarna merah kecoklatan yang sesuai dengan teori. Pemberian ekstrak cacing tanah (Pheretima javanica) tidak menimbulkan efek toksik terhadap faal ginjal dan hati tikus putih (Rattus norvegicus), ditandai dengan hasil uji BUN dan kreatinin yang cenderung turun serta SGPT dan SGPT yang mengalami peningkatan tetapi dalam kadar yang masih normal karena masih dalam penurunan atau peningkatan jenis ringan.

Description

Reupload file repository 9 april 2026 yudi/mita

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By