Gambus Misri Bintang Sembilan: Hibriditas Budaya Antara Kesenian Ludruk dan Islam di Jombang 2019-2023

dc.contributor.authorLabartus Eka Patra Nugraha
dc.date.accessioned2026-07-28T00:17:38Z
dc.date.issued2026-06-23
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Repositori File 28 Juli 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractSkripsi ini membahas tentang kesenian Gambus Misri Bintang Sembilan di Kabupaten Jombang, dengan fokus pada proses kelahiran, revitalisasi, serta dampak sosial-kulturalnya antara tahun 1963 hingga 2026, khususnya periode kebangkitan 2019-2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi kesenian Ludruk yang dianggap mengandung praktik tidak Islami seperti perjudian, minuman keras, prostitusi, sehingga komunitas Santri di Desa Kedungsari, Kecamatan Sumobito, merasa perlu menciptakan alternatif hiburan yang tetap meriah namun sesuai syariat. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk hibriditas budaya antara Ludruk dan nilai-nilai Islam dalam pertunjukan Gambus Misri, menjelaskan proses revitalisasi setelah vakum 51 tahun, serta menguraikan dampaknya terhadap identitas keagamaan dan ekonomi kreatif masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristic, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer diperoleh dari wawancara bersama Mbah Saiman sebagai pendiri grup yang berusia 84 tahun dan Mas Purwanto sebagai pemerhati budaya dari Yayasan Air Kita, serta dokumentasi pentas dan foto. Pendekatan yang digunakan adalah sejarah sosial-budaya dan antropologi budaya, dengan teori utama hibriditas budaya Homi K. Bhabha dan konsep penemuan tradisi Eric Hobsbawm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan bentuk ruang ketiga yang mengadopsi format Ludruk yaitu dengan panggung yang terbuka, lawakan, lakon serta tari, namun menyaring konten vulgar dan menambahkan lagu religi. Revitalisasi 2019-2023 melibatkan kolaborasi multi-aktor yaitu Yayasan Air Kita, Tokoh pemuda, dan generasi muda dengan strategi pendekatan personal, pentas perdana di Kenduri Wayang Beber, serta exit strategi agar grup mandiri. Dampaknya mencakup lahirnya ekosistem ekonomi kreatif seperti drumband, catering, bengkel, kelompok tani yang bermerek "Bintang Sembilan", penguatan identitas lokal, serta kesadaran sejarah komunitas.
dc.description.sponsorshipDPU: Suharto, S.S., M.A.
dc.identifier.citationNugraha, Labartus Eka Patra. 2026. Gambus Misri Bintang Sembilan: Hibriditas Budaya Antara Kesenian Ludruk dan Islam di Jombang 2019-2023. Skripsi. Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12116
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjectGambus Misri
dc.subjectHibriditas Budaya
dc.subjectRevitalisasi
dc.subjectKesenian Islam
dc.subjectLudruk
dc.subjectJombang
dc.subjectBintang Sembilan
dc.titleGambus Misri Bintang Sembilan: Hibriditas Budaya Antara Kesenian Ludruk dan Islam di Jombang 2019-2023
dc.title.alternativeGambus Misri Bintang Sembilan: Cultural Hybridity Between Ludruk Art and Islam in Jombang 2019-2023
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
skripsi upload.pdf
Size:
2.91 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: