Novel Rasa Karya Tere Liye: Kajian Psikologi Wanita

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh psikologi wanita dalam novel Rasa karya Tere Liye berdasarkan teori dari Kartono. Novel ini menggambarkan konflik yang dialami tokoh utama, Linda dalam mengusahakan menerima luka masa lalu yang menyakitkan. Penerimaan luka yang ditanggung Linda ketika Ayahnya pergi, membuatnya hilang arah. Kehidupannya berubah, ia dituntut untuk menjadi gadis yang kuat. Linda berusaha untuk dapat terus hidup dalam keadaan luka batin dan emosional yang menyiksa. Linda dipaksa untuk terus berjalan demi masa depan yang lebih terarah. Perjalanan ini memicu konflik baru dengan tokoh-tokoh lain dalam cerita. Proses perjuangan yang dijalani menimbulkan gejolak emosional yang mendorong para tokoh untuk mengalami perkembangan dan perubahan dalam diri mereka. Perkembangan dan perubahan menuju kedewasaan tersebut ditandai dengan prinsip perkembangan, kebebasan (author) dalam memilih, masa peka dan periode berlatih, titik patah dan fungsi diri, fungsi kemauan dan batas kedewasaan. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara unsur-unsur struktural dan aspek psikologis wanita dalam novel Rasa karya Tere Liye. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif serta memakai pendekatan objektif. Novel Rasa karya Tere Liye dijadikan sebagai objek material penelitian, sedangkan objek formalnya yakni keterkaitan antarunsur struktural dan aspek psikologi wanita. Satuan analisis dalam penelitian yakni berupa kalimat, paragraf, dan wacana yang menunjukkan unsur struktural dan unsur psikologi wanita dalam novel tersebut. Hasil analisis struktural menunjukkan adanya keterkaitan antarunsur struktural yang meliputi tema, penokohan dan perwatakan, konflik, dan latar. Tema mayor dalam penelitian ini adalah perjalanan penerimaan luka masa lalu. Tema mayor ini berkaitan dengan tokoh utama yaitu Linda. Tema minor dalam novel ini meliputi jatuh cinta yang menghancurkan persahabatan, kasih sayang yang tidak terlihat, merelakan kebersamaan demi masa depan serta kebenaran yang menyakitkan. Tema minor adalah tema pendamping yang muncul melalui peran tokoh-tokoh pendukung seperti Putri, Joan, Bunda, dan Kak Adit. Konflik yang terjadi dalam novel ini adalah konflik eksternal dan konflik internal. Konflik eksternal terjadi pada tokoh Linda dan Joan yang bertengkar. Konflik internal terjadi pada tokoh Linda, Putri dan Bunda. Tema, penokohan dan perwatakan, serta konflik dalam novel mempunyai hubungan yang kuat dengan latar. Latar tempat meliputi kota Jakarta, dan Bali, latar waktu era modern, dan latar sosial dalam novel ini meliputi tata krama dan sopan santun, menciptakan keharmonisan dalam keluarga serta dat istiadat siswa di sekolah. Hasil analisis psikologi wanita dalam novel Rasa mencakup prinsip perkembangan, anak selaku author merdeka, masa peka dan periode berlatih, titik patah dan fungsi revisi, fungsi kemauan serta batas kedewasaan. Aspek psikologi wanita terjadi pada tokoh Linda, Putri dan Joan. Ketiga tokoh tersebut dipilih karena mempunyai proses perkembangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan lainnya. Linda digambarkan sebagai anak gadis yang kuat dan mandiri, Putri mempunyai perasaan yang lembut dan bertanggung jawab, sedangkan Joan ditunjukkan sebagai anak gadis yang baik dan menyenangkan. Proses perkembangan pada tokoh Linda yang berusaha menerima luka masa lalu yang menyakitkan tentang Ayahnya yang tega meninggalkannya. Putri yang ingin menjelaskan kebenaran bahwa dirinya saudara tiri Linda. Joan yang berusaha menerima tekanan dari orang tuanya untuk selalu menjadi juara kelas dan memaafkan semua pengkhiatan yang dilakukan oleh Linda sahabatnya. Perkembangan psikologis para tokoh sangat dipengaruhi oleh kondisi keluarga dan lingkungan sosial di sekitar mereka. Batas kedewasaan Linda yang membalut erat semua luka masa lalu tentang Ayahnya pergi bersama wanita lain dan mempunyai anak yakni Putri. Kedewasaan Putri yang berani menanggung semua penolakan oleh Linda dan keluarganya, sedangkan Joan memberikan ruang maaf dan memilih untuk berdamai dengan Linda. Sikap ini merupakan batas akhir dari proses perkembangan emosional anak gadis menuju kedewasaan.

Description

Reupload Repositori File 09 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By