Kualitas Hidup Orang Tua Dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Agriculture: Studi Literatur Review
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat
kurang dari 2.500 gram, tanpa mempertimbangkan usia kehamilan. Di
Indonesia, BBLR menjadi penyebab utama kematian neonatal, dengan
prevalensi mencapai 6,2% menurut Riskesdas 2018. Di Kabupaten Jember,
kasus BBLR meningkat antara tahun 2020–2021, terutama di wilayah
pertanian dan pesisir. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perhatian
terhadap dampak BBLR, tidak hanya pada bayi, tetapi juga terhadap kualitas
hidup orang tua, terutama ibu, yang memiliki peran sentral dalam pengasuhan.
BBLR berisiko menyebabkan komplikasi kesehatan dan
membutuhkan perawatan intensif, sering kali di ruang NICU, yang pada
gilirannya meningkatkan stres, kecemasan, dan tekanan psikologis pada orang
tua. Selain itu, faktor sosial-ekonomi, budaya, akses kesehatan, dan
pendidikan turut memengaruhi kemungkinan terjadinya BBLR dan kualitas
hidup keluarga yang mengasuh bayi tersebut.
Orang tua bayi BBLR, khususnya ibu, mengalami tingkat stres dan
kecemasan yang tinggi. Studi menunjukkan bahwa 66,2% ibu bayi NICU
mengalami kecemasan, dan 45,4% mengalami depresi postpartum. Tingkat
stres ini lebih tinggi dibanding ibu dari bayi lahir cukup bulan. Stres
dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1)Kondisi medis bayi, 2)Kurangnya
dukungan sosial, 3)ekonomi rendah, 4)hubungan pernikahan. Dampak stres
tidak hanya psikologis, tetapi juga sosial dan fungsional, seperti gangguan
tidur, kelelahan, serta hubungan interpersonal yang terganggu. Studi meta analisis menunjukkan korelasi negatif antara stres orang tua dan kualitas hidup
dengan nilai koefisien -0,40.
Description
Reaploud Repository February_agus
