Efektivitas Dosis Kalsit (CACO3) pada Berbagai Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Merang (Volvariella Volvacea)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas pertanian
Abstract
Jamur merang (Volvariella volvacea) adalah spesies jamur tropis populer
dengan nilai gizi tinggi (protein 3,8g, lemak 0,6g, serat 1,2g per 100g) dan potensi
ekonomi besar. Meski permintaan meningkat, produksi di Indonesia menurun drastis
(52.377kg tahun 2021 menjadi 4.462kg tahun 2023 di Jawa Timur). Penyebabnya
termasuk pH media tanam yang terlalu asam. Jerami padi yang umum digunakan
memiliki pH <6,0, sedangkan jamur merang membutuhkan pH 7,0-8,0. Penambahan
kalsit (CaCO₃) dapat memperbaiki pH, memperkaya mineral, mempercepat
pertumbuhan miselium, mencegah kontaminasi, dan memperkuat dinding sel jamur
melalui kompleks Ca-kalmodulin. Kombinasi jerami dengan media alternatif seperti
kulit kopi dan serbuk gergaji yang kaya selulosa juga dapat mengatasi keterbatasan
nutrisi media jerami, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan mengoptimalkan
pertumbuhan jamur merang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kalsit (CaCO₃) dan
komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang (Volvariella
volvacea L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Manggaran, Kecamatan Ajung,
Kabupaten Jember pada Oktober-Desember 2024 menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis kalsit yang
terdiri dari empat taraf: kontrol (K0), 75 gram (K1), 150 gram (K2), dan 225 gram
(K3) per 15 kg media. Faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari
tiga taraf: 100% jerami (M1), 75% jerami + 25% serbuk gergaji (M2), dan 75%
jerami + 25% kulit kopi (M3). Parameter yang diamati meliputi kecepatan panendiameter tubuh buah, jumlah tubuh buah per panen, jumlah total tubuh buah, berat
tubuh buah per panen, dan berat total tubuh buah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis kalsit dan
komposisi media berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah total tubuh buah dan
berat total tubuh buah. Perlakuan dosis kalsit 150 gram (K2) memberikan hasil
terbaik pada sebagian besar parameter pengamatan. Komposisi media jerami 75% +
kulit kopi 25% (M3) menunjukkan hasil terbaik untuk jumlah dan berat tubuh buah.
Kombinasi perlakuan dosis kalsit 150 gram dan media jerami 100% (K2M1)
menghasilkan berat total tubuh buah tertinggi yaitu 2338,6 gram.
Description
Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren
